Warga Kei Besar Belum Nikmati MBG, Ini Penjelasan Satgas

  • 04 Sep 2026 16:46 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum dirasakan masyarakat di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara, meski sejumlah titik dapur MBG daerah terpencil telah ditetapkan di wilayah tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga Kei Besar, Fery, melalui program Halo RRI, Rabu (2/9/2026). Ia mengatakan masyarakat hanya mendengar informasi penyaluran MBG di wilayah perkotaan, sementara anak sekolah hingga kelompok lanjut usia di Kei Besar belum mendapat layanan serupa.

“Terkait dengan MBG, kita dengar lewat media pelayanan di perkotaan berulang-ulang, di Kei Besar belum pernah menikmati MBG, baik anak sekolah maupun lansia. Kami harap kami di Kei Besar ini supaya bisa mendapatkan pelayanan MBG juga,” ujar Fery.

Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Satgas Percepatan MBG Daerah Terpencil Kabupaten Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, mengatakan hingga saat ini belum ada dapur MBG yang beroperasi di Kei Besar. Berbeda dengan wilayah Langgur dan sekitarnya yang saat ini telah memiliki empat dapur aglomerasi yang melayani masyarakat.

Muchsin menjelaskan, pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi untuk pembangunan dapur MBG daerah terpencil atau dapur 3T di Pulau Kei Besar. Titik tersebut tersebar mulai dari wilayah Kei Besar Utara Timur hingga Kei Besar Selatan Barat.

Secara keseluruhan, terdapat 31 titik dapur MBG daerah terpencil yang telah ditetapkan di Kabupaten Maluku Tenggara. Dari jumlah tersebut, 22 dapur tahap pertama sudah dibangun oleh investor, sedangkan sembilan titik lainnya belum dibangun.

Namun, dapur yang telah dibangun tersebut belum dapat beroperasi karena proses penetapan penyedia dan izin operasional masih menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah lebih berperan dalam memfasilitasi lokasi dan menyampaikan kebutuhan masyarakat di wilayah yang belum mendapatkan layanan MBG.

“Yang menentukan penyedia itu BGN. Kita di daerah hanya memfasilitasi tempat dan menyampaikan daerah-daerah yang belum terlayani,” kata Muchsin.

Selain dapur yang dibangun investor, terdapat tiga dapur MBG yang dibangun melalui anggaran pemerintah. Ketiganya berada di kawasan kantor bupati baru, Ohoi Danar, serta kompleks Kantor Camat Kei Besar Utara Barat.

Muchsin mengatakan ketiga dapur tersebut juga belum beroperasi karena proses pembangunannya belum sepenuhnya selesai. Setelah pembangunan rampung, BGN akan menentukan pihak yang mengelola dan menjalankan layanan MBG di masing-masing lokasi.

Sementara itu, di wilayah Langgur dan sekitarnya saat ini telah beroperasi empat dapur aglomerasi, yakni di Ohoi Wab, Fan wearlilir, Watdek dan Pemda. Dapur jenis ini dibangun oleh yayasan yang mengajukan permohonan kepada BGN melalui portal resmi, kemudian melayani penerima manfaat dalam jumlah lebih dari seribu orang.

Berbeda dengan dapur aglomerasi, dapur 3T ditujukan untuk wilayah terpencil dengan jumlah penerima manfaat kurang dari seribu orang. Pembangunannya dilakukan investor menggunakan modal sendiri, termasuk melalui pembangunan baru maupun rehabilitasi bangunan yang tersedia di masyarakat.

Muchsin menegaskan, pemerintah daerah tetap mendorong agar masyarakat di Kei Besar segera mendapatkan layanan MBG. Namun, waktu operasional dapur dan penetapan penyedia tetap menunggu keputusan dari BGN.

Dengan kondisi tersebut, keluhan warga Kei Besar mengenai belum tersalurkannya MBG menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus dikomunikasikan kepada pihak terkait. Harapannya, dapur yang telah disiapkan dapat segera beroperasi sehingga anak sekolah dan kelompok masyarakat lainnya di Kei Besar turut menerima manfaat program tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....