Kisah Nabi Luth AS Dalam Alqur'an, Azab Allah Untuk Kaum Homoseksual
- 21 Agt 2024 13:19 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Nabi Luth AS adalah nabi yang diutus untuk berdakwah kepada kaum yang tinggal di negeri Sadum, Syam, Palestina. Nabi Luth AS diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki iman dan akhlak kaum sadum atau biasa dikenal kaum Sodom. Kamun Sodom adalah kaum dengan iman dan akhlak yang rusak sebab maksiat dan kemungkaran telah merajalela dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kaum Sodom bahkan melakukan perbuatan yang sangat kotor dan belum pernah dilakukan oleh penduduk di bumi sebelumnya, yaitu saling menyukai sesama jenis. Allah SWT sangat membenci perbuatan ini dan melarang umatnya untuk menyukai sesama jenis.
Dikutip melalui detikhikmah, Satu di antaranya ada riwayat Nabi Luth AS beserta kaumnya. Dikatakan bahwa kisah tentang kaum Nabi Luth begitu masyhur di kalangan umat Islam, sebab disebut sangat relevan dengan keadaan manusia di zaman sekarang ini. Sehingga kaum muslim begitu khawatir dan takut akan azab dari Allah.
Allah mengutus Nabi Luth AS kepada kaum Sodom di Zaghr, Syam. Lantaran masyarakat Sodom suka berbuat kekejian dan kekufuran.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka suka merampok di jalan, serta berkhianat pada kawannya sendiri. Mereka suka berbincang tentang kemungkaran dan hal buruk. Mereka tidak punya malu sama sekali sampai-sampai berani berbuat maksiat di tempat terbuka.
Malaikat Datang Membawa Peringatan
Allah mengutus malaikat untuk mendatangi rumah Nabi Luth dengan menyerupai manusia. Perawakan mereka sangat bagus dan berwajah rupawan. Kedatangan mereka membuat Luth merasa khawatir dan sulit karena tabiat kaumnya yang menyimpang. Seketika ada seseorang yang menyebarluaskan kabar ke seluruh bangsa Sodom. Dikatakan bahwa rumah Luth kedatangan tamu yang ketampanannya belum pernah dilihat mereka. Kemudian mereka berduyun-duyun menghampiri rumah Luth untuk meluapkan syahwat.
Mereka menyerbu rumah Luth, dan ia berkata dengan penuh kesedihan dan keresahan, sebagaimana dalam Surah Hud ayat 78:
"Wahai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" Nabi Luth berkata demikian dengan maksud bahwa perempuan lah yang seharusnya mereka nikahi dan yang digauli, bukan laki-laki. Hati dan dada Luth semakin dipenuhi kegundahan, dan berkata kepada para utusan (malaikat) seperti dalam Surah Hud ayat 80:
"Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."
Para malaikat mengetahui bahwa Nabi Luth sudah tak mampu lagi dalam menghadapi kaum Sodom, karena mereka memperlihatkan jati diri mereka di depan para tamunya. Para malaikat berkata sesuai dalam Surah Hud ayat 81 "Tenangkan dirimu Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu"
"Sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?"
Saat masyarakat Sodom yang datang ke rumah Luth enggan untuk pergi, Malaikat Jibril memukul wajah mereka dengan sayapnya. Seketika mata mereka lenyap dan hilanglah pandangan mereka. Mereka pergi dari rumah Nabi Luth dalam keadaan buta dengan meraba-raba. Kemudian mereka mengancam para tamu utusan dengan ujaran, "Lihat saja apa yang akan terjadi padamu besok hai orang gila!"
Dikatakan bahwa waktu penyelamatan Nabi Luth dan pemberian azab kepada kaumnya sangat sebentar, seperti antara waktu sahur hingga terbit fajar. Ketika Luth dan kaumnya yang beriman telah berhasil menyelamatkan diri. Sementara Allah mengirimkan azab kepada bangsa Sodom ketika mereka dalam keadaan tidur dan melakukan hal lalai.
"Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....