" Thrifting ", Tidak Hanya Sekedar Budaya Populer di Masyarakat.

  • 07 Apr 2024 23:25 WIB
  •  Bukittinggi


KBRN,Bukittinggi:Thrifting sebuah trend yang tengah populer di masyarakat terutama kawula muda. Bisnis Thrift juga semakin meluas di toko online maupun offline. Namun sebenarnya apa yang dimaksud dengan thrifting?

Menurut Urban Dictionary, thrifting adalah kegiatan berburu dan membeli pakaian bekas. Mengutip laman berita Time, thrifting ini sudah ada sejak sejak tahun 1760-1840. revolusi Industri pada abad ke 19 melahirkan budaya mass-production of clocthing yang menyebabkan pakaian menjadi murah dan membuat orang mudah membuang pakaian mereka. Di Inggris tren pakaian bekas ini muncul sekitar tahun 1980-1990, sedangkan di Amerika Serikat ada peringatan National Thrift Store Day setiap tanggal 17 Agustus. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Budaya belanja pakaian bekas ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun baru menjadi trend dikalangan masyarakat karena banyaknya pesohor di sosial media yang melakukan kegiatan ini.

Winda, salah seorang pecinta barang thrif menyatakan thifting menjadi pilihan fashion saat ini karena memberikan banyak pilihan pakaian unik, kwalitas yang baik serta harga yang murah. “Ngethrif itu asik banget, kita bisa dapat barang yang lucu dan bermerek dengan harga murah. Selain itu kita juga bisa re-styling beragam pakaian yang bisa mengasah kretivitas.”ujarnya.

Erwin, pecinta thrif lainnya mengaku ada perubahan stigma tentang belanja pakaian bekas zaman dulu dan sekarang. “ Dulu orang tua melarang beli pakaian bekas, katanya pakaian ini rentan kuman karena bekas pakai orang. Jadi takut tertular penyakit dari orang sebelumnya. Tapi sekarang malah makin diminati nggak hanya kalangan bawah malah menengah atas juga,” terangnya.

Melihat perkembangan zaman thrifting saat ini telah menjadi hal yang lumrah. Tidak hanya sekedar pop culture tapi juga ada nilai seni dan kreativitas didalamnya. Seni memilah barang yang bagus dan bisa digunakan kembali serta kreativitas padu padannya, hingga budaya membeli pakaian bekas ini turut mewarnai perkembangan bisnis fashion di Indonesia dengan segala pro dan kontranya.(AS)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....