Karakteristik Ajaran Islam
- 06 Mar 2024 19:35 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Ajaran di dalam Islam tentunya berbeda dengan ajaran pada agama-agama lain, apalagi ajaran itu berasal dari manusia. Dr.Fahmi Riady, S.TH.I.M.Si, dari UIN Antasari Banjarmasin menjelaskan, Perbedaan inilah yang kemudian menjadi karakteristik ajaran Islam.
Berikut adalah karakteristik ajaran Islam:
1. Ketuhanan (Rabbaniyyah)
Maksudnya adalah, bahwa ajaran Islam bersumber dari Tuhan (Allah), bukan dari manusia.Nabi Muhammad adalah rasul (utusan) yang bertugas untuk menyampaikan ajaran dari Allah SWT. Ajaran-ajaran seperti sistem kepercayaan (Beriman kepada Allah, Malaikat, Nabi, dan lain lain).
2. Kemanusiaan (Insaniyah)
Sangat sesuai dengan hal-hal yang mencakup sifat, hak, nilai-nilai yang terkait dengan manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Sehingga tidak ada satupun yang tidak sejalan dengan kebutuhan positif manusia.
3. Mencakup semua aspek (asy-Syumul).Ajaran Islam bersifat menyeluruh, bahwa tidak ada persoalan yang diperlukan manusia untuk “kebahagiaannya di dunia dan di akhirat,” kecuali dihadirkan tuntunannya oleh Allah. Dari hal kecil sampai yang besar, semua ada tuntunannya baik secara tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit) di dalam al-Qur’an dan Sunnah.
4. Realistis (al-Waqi’iyah)
Realistis maksudnya adalah bahwa ajaran Islam dapat diamalkan oleh semua manusia, apa dan bagaimanapun keadaannya, tingkat pendidikannya, situasinya, serta kapan dan di mana saja.
5. Moderat (Posisi tengah/al-Wasathiyyah).
Tuntunan Islam bersifat tengah-tengah, baik tentang Tuhan, dunia, alam dan manusia. Misal dalam konteks ibadah. Islam tidak membebaskan manusia dari tuntutan beribadah, tetapi tidak juga memaksakan sehingga membahayakan jasmani. Seperti puasa, Nabi mengajarkan untuk sahur dan berbuka (tidak puasa terus-terusan); salat malam, tetapi pada waktu lain beliau juga tidur; bersedekah tapi tidak boros, tidak juga pelit: وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا Q.S. al-Isra/17: 29, dst.
6. Jelas (al-Wudhuh)
Tuntunan Islam bersifat jelas dan logis. Tidak ada ajaran Islam yang bertentangan dengan akal. Meskipun ada ajaran yang bersifat suprarasional (tidak dapat dijangkau oleh akal), tetapi tidak berarti bertentangan dengan akal. Kalaupun ada perbedaan, itu disebabkan oleh perbedaan individu dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran Islam.
7. Tidak memberatkan (‘adam al-Haraj)
Allah tidak menghendaki adanya kesukaran dan kesempitan bagi penganut agama Islam. Seperti dalam hal ibadah (salat, puasa, haji), makanan, zakat, dan lain-lain, kata ustadz Fahmi dalam acara Kuliah Subuh di Pro 1 RRI Banjarmasin.
Ajaran Islam tidak diturunkan sekaligus, tetapi sedikit demi sedikit, tahap demi tahap. Ajaran Islam diperuntukkan untuk semua manusia sepanjang masa di mana dan kapan saja, sehingga sesuai dengan situasi perkembangan masing-masing.
Demikianlah karakteristik ajaran Islam, mungkin saja ada beberapa karakteristik lain yang tidak tercakup, namun sudah meliputi pokok-pokok yang disepakati oleh sebagian besar ulama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....