Kecoa Laut Yang Berkerabat Dekat Dengan Kepiting
- 30 Jan 2026 19:00 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ligia Ocenaica, atau yang lebih populer dengan sebutan kecoa laut, merupakan jenis krustasea isopoda yang menghuni zona supralittoral atau area pasang surut berbatu di sepanjang garis pantai. Meskipun sering dianggap menjijikkan karena bentuk tubuhnya yang pipih dan cara berjalannya yang sangat cepat menyerupai kecoa darat, hewan ini sebenarnya adalah kerabat dekat udang dan kepiting. Secara fisik, Ligia memiliki tubuh beruas-ruas dengan warna abu-abu kehitaman yang memberikan kamuflase sempurna di atas bebatuan dermaga atau celah karang yang lembap.
Kehidupan kecoa laut sangat bergantung pada kelembapan lingkungan pantai, namun mereka tidak hidup sepenuhnya di dalam air laut. Sebagai hewan pemulung (scavenger), peran ekologis mereka sangat penting karena mereka memakan sisa-sisa alga membusuk dan detritus organik yang terdampar di pantai. Aktivitas makan ini membantu membersihkan lingkungan pesisir dari tumpukan materi organik, sehingga Ligia dapat dianggap sebagai petugas kebersihan alami di zona perbatasan antara daratan dan lautan.
Dari sisi konsumsi, beberapa masyarakat pesisir di negara-negara Asia memiliki tradisi memanfaatkan Ligia sebagai sumber pangan alternatif yang unik. Karena ukurannya yang kecil, kecoa laut jarang diolah sebagai hidangan utama yang berdaging, melainkan lebih sering dijadikan camilan atau bahan tambahan. Tekstur cangkangnya yang mengandung kitin memberikan sensasi renyah yang khas setelah melalui proses pengolahan tertentu, mirip dengan tekstur udang kecil atau rebon yang digoreng garing.
Cara pengolahan yang paling umum dilakukan adalah dengan menggorengnya secara deep-fry atau mencampurnya ke dalam adonan tepung berbumbu. Sebelum dimasak, kecoa laut harus dibersihkan dengan teliti untuk menghilangkan pasir dan aroma laut yang tajam. Setelah digoreng, rasa yang dihasilkan cenderung gurih dan asin, dengan aroma laut yang kuat. Di beberapa wilayah, mereka juga dikeringkan untuk dijadikan sebagai bahan penyedap rasa alami karena kandungan asam amino di dalamnya yang mampu memberikan sensasi umami pada masakan.
Meskipun dapat dikonsumsi, penting bagi kita untuk memperhatikan lokasi penangkapan Ligia sebelum memutuskan untuk memakannya. Karena sifat mereka sebagai pemulung, kecoa laut yang hidup di area dermaga yang tercemar bahan kimia atau tumpahan minyak dapat mengakumulasi zat berbahaya di dalam tubuhnya. Oleh karena itu, konsumsi sebaiknya hanya dilakukan pada spesimen yang diambil dari lingkungan pantai yang masih alami dan bersih guna memastikan bahwa kandungan protein di dalamnya tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh.(wildsingapore.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....