Apa itu Child Grooming?
- 14 Jan 2026 12:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Seiring waktu, semakin banyak istilah yang berkaitan dengan dunia anak bermunculan. Jika sebelumnya dikenal istilah seperti baby blues atau toddler, kini muncul istilah child grooming yang perlu mendapat perhatian serius.
Child grooming berbeda dengan grooming yang selama ini dipahami sebagai perawatan diri. Dalam konteks ini, grooming merujuk pada upaya mendekati anak secara sengaja untuk tujuan yang berbahaya. Siapa pun bisa menjadi korban, tanpa memandang latar belakang anak maupun lingkungan keluarganya.
Menurut International Centre for Missing and Exploited Children (ICMEC), child grooming adalah manipulasi psikologis terhadap anak di bawah usia 18 tahun untuk membangun kedekatan emosional, sehingga pelaku lebih mudah melakukan hubungan atau aktivitas seksual.
Manipulasi psikologis ini biasanya dilakukan secara bertahap, misalnya dengan memberi perhatian berlebihan, pujian, atau hadiah, lalu membangun rasa percaya hingga anak merasa nyaman dan bergantung secara emosional.
Perlahan dan sering terlihat seperti perhatian atau kepedulian, perilaku ini kerap tidak disadari sebagai ancaman. Padahal, hal tersebut bisa menjadi tanda awal terjadinya eksploitasi.
Adanya child grooming menjadi pengingat bagi orang tua dan orang dewasa di sekitar anak untuk lebih waspada, menjaga komunikasi yang terbuka, dan peka terhadap perubahan perilaku anak sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....