Toleransi Agama: Bagaimana Menghormati dan Menghargai Perbedaan
- 21 Des 2025 06:08 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto : Toleransi agama adalah kemampuan untuk menerima dan menghormati perbedaan agama orang lain, tanpa harus meninggalkan keyakinan dan nilai-nilai agama sendiri. Dalam era globalisasi dan keberagaman, toleransi agama menjadi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman, mulai dari suku, budaya, hingga adat istiadat. Agama juga tidak luput dari keberagaman tersebut.
Indonesia memiliki 6 agama yang sah di mata hukum dan diakui keberadaannya. Antara lain adalah agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Dalam kehidupan masyarakat, tentunya perbedaan ini akan sangat mempengaruhi kerukunan dan persatuan antar warga. Oleh sebab itu, penting untuk menerapkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama
Program Religi Pagi Pro 1 RRI Purwokerto kali ini mengangkat tema “Menghormati dan Menghargai Perbedaan Agama”. Bagian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk menghormati perbedaan, khususnya dalam ranah agama.
Hadir sebagai narasumber, Ustaz Hendro Kuncoro., S.Pt, memberikan beberapa ilmu yang berguna sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat yang heterogen. “Belajar memiliki banyak manfaat di antaranya menambah ilmu, memperbaiki amal, dan menghindari konflik,” tutur Ustaz Hendro.
Poin ke-tiga dari manfaat belajar dapat dijadikan alat untuk meminimalisir perpecahan di tengah perbedaan. “Terkadang, konflik terjadi karena perbedaan ilmu. Satu orang menganggap sah tapi yang lain mengatakan tidak. Nah, kalau keduanya sama-sama paham maka konflik bisa diredam,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu penyebab konflik beda agama adalah perbedaan informasi dan pengetahuan terkait suatu hal. Dengan demikian, penting untuk mempelajari perbedaan agar kita dapat bersikap baik dan toleransi antaragama.
Terdapat dua surah dalam Al-Quran yang menjadi rujukan untuk menghormati dan bersikap toleransi terhadap perbedaan agama, di antaranya :
1. Surah Al-Mumtahanah ayat 8 dan 9
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah tidak melarang berbuat baik kepada mereka-mereka yang tidak memerangi masalah agama, tidak mengusir, tidak merusak, dan tidak membinasakan kaum muslimin. Kita dianjurkan untuk berbuat baik kepada siapapun.
2. Surah Al-Kafirun
Dalam surah ini dijelaskan bahwa jika sudah menyangkut urusan agama, maka tidak ada kata toleransi di dalamnya. Artinya, kita beribadah sesuai kepercayaan masing-masing dan tidak saling menghalangi satu sama lain.
“Dari kedua pedoman tersebut, kita tahu bahwa dalam perbedaan agama, terdapat bagian yang dapat saling membantu. Tetapi juga terdapat bagian yang tidak bisa disamakan dan disatukan,” ujar Ustaz Hendro.
Hal ini sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Piagam Madinah yang berisi aturan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat di Madinah. Seperti kebebasan beragama, hak dan kewajiban, serta jaminan keamanan bagi semua penduduk
Ustaz Hendro juga menjelaskan beberapa cara untuk menjaga hubungan dengan kaum non-muslim, di antaranya :
1. Membantu orang sakit tanpa memandang agama
2. Berbuat baik kepada orang tua meskipun berbeda agama
3. Berlaku muamalah atau baik bahkan kepada saudara yang berbeda keyakinan
“Saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada, kerjasama di bidang yang memungkinkan, dan tidak saling memberikan intervensi dari ajaran agama masing-masing. Hal ini adalah pondasi untuk era sekarang dengan keadaan Indonesia yang sangat majemuk,” jelas Ustaz Hendro.
Pada Akhirnya, perbedaan bukan menjadi penghalang kesatuan. Selagi tidak berhubungan dengan peribadatan, maka wajib bagi kita untuk saling berbuat baik dan tolong menolong. Selain itu, penting untuk mendahulukan adab daripada ilmu sehingga konflik atau perpecahan dapat dihindari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....