Dampak Bencana Meteorologi dan Mitigasinya

  • 28 Nov 2025 11:22 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Bencana hidrometeorologi adalah jenis bencana yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca, iklim, dan air. Bencana ini muncul akibat dinamika atmosfer dan hidrologi, mulai dari curah hujan ekstrem, perubahan suhu, hingga angin kencang. Dalam beberapa tahun terakhir, bencana hidrometeorologi semakin sering terjadi, salah satunya akibat perubahan iklim global yang membuat cuaca semakin tidak menentu.

Menurut Edvin Aldrian, pakar meteorologi dan klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional serta ahli di Intergovernmental Panel on Climate Change PBB, penyebab bencana hidrometeorologi di Indonesia adalah masuknya air hangat ke perairan Indonesia. Akibatnya, terjadi pembentukan awan lebih banyak. Fenomena alam ini yang mendorong naiknya intensitas hujan di Indonesia yang membuat musim hujan lebih basar dari sebelumnya. Bencana hidrometeorologi berupa banjir, Tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang, dan kekeringan. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi, iklim, cuaca dan bencana yang berhubungan dengan air seperti topan, kekeringan dan banjir terhitung untuk angka terbesar dari bencana alam di seluruh dunia dan mempengaruhi lebih banyak orang daripada jenis ancaman bencana alam lainnya.

Melansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana hidrometeorologi antara lain sebagai berikut:

  1. Banjir

    Terjadi saat curah hujan tinggi menyebabkan sungai atau saluran air meluap dan menggenangi permukiman.

  2. Banjir Bandang

    Banjir yang datang tiba-tiba dengan arus sangat kuat, umumnya terjadi di daerah berbukit atau sepanjang aliran sungai.

  3. Tanah Longsor

    Hujan deras membuat tanah jenuh air sehingga menjadi tidak stabil dan mudah longsor, terutama di lereng curam.

  4. Angin Kencang / Puting Beliung

    Fenomena angin berkecepatan tinggi yang dapat merusak rumah, pohon, dan infrastruktur.

  5. Kekeringan

    Meski terkesan berlawanan, kekeringan juga termasuk bencana hidrometeorologi, karena dipengaruhi faktor iklim dan pola hujan.

  6. Gelombang Tinggi & Abrasi

    Dipicu angin kencang di laut, tekanan atmosfer, dan pasang surut sehingga mengancam wilayah pesisir.

Penyebab Utama

  • Curah hujan ekstrem

    Intensitas hujan yang jauh di atas normal dapat memicu banjir dan longsor.

  • Perubahan iklim

    Meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem seperti banjir besar atau musim kering panjang.

  • Kerusakan lingkungan

    Penggundulan hutan, alih fungsi lahan, dan buruknya drainase memperburuk dampaknya.

  • Fenomena atmosfer global

    Seperti La Niña, El Niño, MJO, dan monsun.

Dampak Bencana Hidrometeorologi

  • Kerusakan rumah dan infrastruktur

  • Gangguan aktivitas ekonomi dan transportasi

  • Krisis air bersih

  • Ancaman keselamatan jiwa

    Kerugian ekonomi dalam skala besar

Upaya Mitigasi

  • Memperbaiki dan menjaga saluran drainase

  • Menghijaukan kembali lahan kritis

  • Membangun sistem peringatan dini

  • Menyediakan rencana evakuasi di wilayah rawan

  • Memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....