Pohon yang Tidak Boleh Ditanam di Dekat Rumah

  • 27 Nov 2025 14:12 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Menanam pohon di sekitar rumah memang memberikan banyak manfaat, seperti keteduhan, udara lebih sejuk, hingga keindahan estetika. Namun tidak semua pohon aman untuk ditanam di dekat bangunan. Beberapa jenis memiliki akar agresif, rentan patah, atau menghasilkan getah yang berbahaya bagi kesehatan maupun struktur bangunan.

Ahli arborikultur dan spesialis perencanaan lanskap sepakat bahwa pemilihan jenis pohon harus mempertimbangkan kekuatan akar, ukuran tajuk, jarak aman, dan potensi kerusakan jangka panjang.

Berikut daftar pohon yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan rumah, beserta alasan ilmiahnya.

1. Beringin

Masalah utama: Akar agresif dan invasif

Pohon beringin memiliki sistem akar tunggang dan akar napas yang menyebar sangat luas dan kuat.

Ahli arborikultur mencatat bahwa akar beringin dapat merusak pondasi rumah, mengangkat lantai, merusak saluran air, dan menembus septic tank.

Pendapat para design rumah dan paara konsultan landscape biasanya menyarankan jarak tanam minimal 10–15 meter dari bangunan untuk jenis beringin karena kekuatan akar yang terus berkembang tanpa batas.

2. Pohon Mangga

Masalah utama: batang agak berat, risiko patah, getah mengotori area

Mangga berukuran besar memiliki cabang yang mudah patah saat angin kencang atau saat buah banyak. Getahnya juga lengket dan dapat merusak cat kendaraan.

Ahli keselamatan kebun ITB menyebutkan bahwa pohon buah besar seperti mangga sebaiknya ditanam minimal 6–8 meter dari rumah untuk mengurangi risiko ranting jatuh dan kerusakan atap.

3. Pohon Kelapa

Masalah utama: Buah jatuh dan potensi cedera

Batang kelapa tinggi dan lurus, dengan buah yang berat. Buah kelapa bisa jatuh kapan saja dan berpotensi mencederai orang atau merusak atap rumah dan kendaraan.

Spesialis tanaman tropis menyarankan pohon kelapa ditanam di area terbuka seperti tepi kebun atau dekat sawah, bukan di halaman rumah.

4. Pohon Sengon

Masalah utama: Kayu rapuh, mudah tumbang

Sengon tumbuh cepat tetapi memiliki kayu yang lunak dan tidak kuat terhadap angin besar.

Arboris profesional menyebut sengon sebagai pohon dengan “low structural integrity”, sehingga tidak cocok dekat bangunan atau area publik.

5. Pohon Akasia

Masalah utama: Akar menyebar agresif & daun mudah rontok

Akasia terkenal dengan pertumbuhan cepat, tetapi sifat akarnya mirip gulma dan dapat merusak pondasi serta pipa air.

Menurut pendapat Arborikultur menilai akasia sebagai pohon dengan risiko invasi tinggi dan perawatan sulit jika ditanam dalam zona residensial.

6. Pohon Bambu

Masalah utama: Akar rimpang invasif

Bambu bukan pohon, tetapi rumpun. Namun, akar bambu dapat “berjalan” jauh di bawah tanah, menembus pagar, mengangkat paving, dan merusak struktur ringan.

Pakar landscape merekomendasikan pemasangan root barrier (penghalang akar) jika bambu ditanam dekat bangunan.

Mengapa Pemilihan Pohon Sangat Penting?

Ahli teknik sipil dan arborikultur sepakat bahwa kerusakan akar adalah penyebab umum masalah struktural seperti:

  • pondasi retak,
  • saluran air pecah,
  • lantai menggelembung,
  • dinding bergeser,
  • risiko roboh saat angin kencang.

Biaya perbaikan bisa mencapai puluhan juta rupiah, sehingga lebih baik mencegah daripada memperbaiki.

Rekomendasi Pohon yang Aman untuk Dekat Rumah

Menurut para ahli perencanaan lanskap:

  • Ketapang kencana
  • Tabebuya
  • Kamboja besar
  • Flamboyan kecil
  • Pule
  • Sakura lokal (Tebebuia rosea)
  • Palem hias (non-kelapa)

Jenis-jenis ini memiliki akar yang lebih jinak, batang kuat, dan pertumbuhan yang relatif aman.

Memilih pohon untuk area rumah tidak boleh sembarangan. Pertimbangan struktural, keamanan, serta karakteristik akar sangat penting untuk mencegah kerusakan jangka panjang.

Para ahli sepakat bahwa pohon besar berakar agresif, berbuah berat, atau bertajuk rapuh sebaiknya tidak ditanam dekat bangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....