Siput Naga Biru, Ancaman Racun di Permukaan Laut

  • 30 Sep 2025 12:42 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan : Siput naga biru, yang memiliki nama ilmiah Glaucus atlanticus, adalah spesies siput laut yang unik dan menakjubkan karena bentuk dan warnanya yang menyerupai naga kecil. Hewan ini termasuk dalam kelompok moluska gastropoda dan hidup di lautan terbuka, terutama di perairan hangat seperti Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia.

Tubuhnya berwarna biru keperakan dengan bentuk memanjang dan tentakel beracun menyerupai sayap di kedua sisinya, yang membantunya mengapung di permukaan laut. Warna birunya berfungsi sebagai kamuflase untuk menyamarkan dirinya dari predator, baik dari atas maupun bawah permukaan air.

Salah satu ciri khas paling menakjubkan dari siput naga biru adalah kemampuannya untuk memakan hewan beracun seperti ubur-ubur Physalia physalis lebih dikenal sebagai Portuguese man o' war. Setelah memangsa ubur-ubur ini, siput naga biru dapat menyerap dan menyimpan nematosista sel penyengat dari mangsanya ke dalam tubuhnya sendiri, lalu menggunakannya untuk pertahanan diri. Bahkan, racun yang dimilikinya bisa menjadi lebih kuat daripada racun ubur-ubur yang ia makan, menjadikannya hewan kecil yang sangat berbahaya jika disentuh.

Siput ini mengapung terbalik di permukaan laut, dengan bagian perut menghadap ke atas dan bagian punggung menghadap ke bawah. Hal ini memungkinkan bagian biru menghadap ke langit dan bagian keperakan menghadap ke laut, memberikan kamuflase ganda terhadap predator. Karena hidupnya di permukaan laut, siput naga biru sangat tergantung pada arus laut dan angin untuk berpindah tempat, karena ia tidak memiliki alat gerak yang aktif seperti sirip atau kaki.

Meskipun bentuk dan warnanya menarik, siput naga biru bukan hewan yang aman untuk disentuh. Racun yang dikandungnya dapat menyebabkan rasa sakit, iritasi kulit, dan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi alergi yang serius pada manusia. Oleh karena itu, meskipun terlihat indah, hewan ini sebaiknya hanya diamati dari kejauhan dan tidak disentuh, apalagi diambil dari habitat aslinya.

Secara ekologis, siput naga biru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan populasi ubur-ubur di laut. Ia membantu mengendalikan jumlah ubur-ubur beracun yang bisa membahayakan hewan lain dan manusia. Selain itu, keberadaannya juga menjadi indikator kesehatan laut terbuka, karena mereka hanya dapat bertahan di perairan yang bersih dan sehat. (aminoapps.com).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....