Satir, Sebuah Seni dalam Sindiran
- 29 Sep 2025 04:15 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Media sosial saat ini sedang viral masalah sengketa lahan antara seorang mantan dosen UIN dan pemilik rental mobil di Malang, Jawa Timur. Dalam beberapa unggahan di medsos menunjukkan sikap yang tidak biasa dilakukan oleh mantan dosen yang biasa disapa Yai Mim dalam menghadapi permasalahan tersebut, seperti pura-pura struk, menari dan lainnya.
Banyak netizen yang mempertanyakan keanehan sikapnya itu, namun tidak sedikit pula netizen yang beranggapan bahwa dosen tersebut sedang melakukan drama satir. Apa itu satir?, berikut adalah penjelasan tentang satir yang dirangkum dari berbagai sumber.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satir adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran ke seseorang atau terhadap sesuatu. Menurut Dr. Agus Machfud Fauzi, M.Si. dalam buku Potret PPKM dalam Kehidupan Bermasyarakat Indonesia, satir adalah gaya bahasa yang di mana seseorang menertawakan atau menolak sesuatu.
Adapun beberapa teknik satir, yakni satir dialog yang artinya penyampaian satir dilakukan berdialog. Sehingga ada lawan bicara untuk mendukung suatu teknik satir ini dibentuk.
Yang kedua adalah satir non-monolog, yaitu satir yang disampaikan dengan gesture atau ekspresi. Jenis satir ini akan mendukung bagaimana satir itu disampaikan.
Dan satir monolog, merupakan bentuk satir yang disampaikan dengan model story telling atau bercerita sendiri dihadapan orang banyak.
Satir dapat berfungsi menjadi sarana kritik sosial untuk sebuah perubahan yang lebih baik.
Satir juga berfungsi sebagai hiburan, karena sering disampaikan sebagai humor sehingga bisa membuat orang tertawa. Bahkan dengan satir, kritik dapat lebih diperhalus, namun membuat orang lebih mudah memahami kritik tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....