Layang-layang Memiliki Sejarah Panjang dan Kaya di Indonesia

  • 11 Agt 2025 21:10 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Layang-layang atau yang dikenal sebagai layangan atau ''wau'' memiliki sejarah panjang dan kaya di Indonesia. Permainan ini bukan hanya sekedar hiburan, tepai juga terkait erat dengan budaya dan tardisi lokal di berbagai daerah.

Bukti tertua keberadaan layang layang di temukan dalam lukisan Gua di pulau Muna, Sulawesi tenggara. Lukisan ini diperkirakan berasal dari periode Mesolitikum, sekitar 9500 - 9000 tahun masehi.

Layang-layang tertua di dunia Kaghati Kolope (umbi hutan) sebagai layar dan kulit bambu sebagai bingkai, serta serat nanashutan untuk tali. Permainan layang layang juga tercatat dalam sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) pada abad ke 17, yang pada abad ke 17 menceritakan festifal layang layang diikuti oleh seorang pembesar kerajaan.

Layang-layang telah mengalami berbagai motifikasi bentuk dan ukuran, dari yang kecil hingga ukuran raksasa, bahkan tiga dimensi, yang dimainkan oleh beberapa orang sekaligus. Bahkan pada festifal layang layang pun menjadi agenda tetap di berbagai daerah, dan bahakan ada yang berskala internasional.

Kecintaan pada layang-layang melatih kreatifitas dalam membuat desain dan ketrampilan dalam menerbangkannya. Layang layang mengajarkan keseimbangan dan interaksi dengan alam, terutama angin.

Layang-layang adalah warisan budaya yang terus dilestarikan, menjadi bagian dari identitas dan tradisi masyarakat Indonesia.

Layang-layang merupakan permainan tradisional yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan memiliki makna mendalam dalam berbagai budaya di seluruh dunia.

Negara yang terkenal dengan layang-layang adalah, Tiongkok, yaitu terkenal dengan layang-layang walet beijing yang sering diterbangkan di atas lapangan Tiananmen.

Ada beberapa layang-layang,yaitu layang-layang tradisional, layang-layang hias, layang-layang aduan, dan layang-layang modern.

Sumber berita: wikipedia.com

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....