Menggali Jejak Sejarah Bangsawan Sasak Lewat Batu Nisan

  • 14 Mei 2025 21:43 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Sebagai bagian dari upaya mengenali jati diri bangsa, Pusat Studi Ilmu dan Pengetahuan (PADI) Nusantara mengadakan forum diskusi daring bertema “Kehebatan Suku Sasak: Belajar dari Batu Nisan Bangsawan Muslim di Lombok”. Acara ini akan digelar pada Kamis, 22 Mei 2025, pukul 19.00–21.00 WIB melalui Zoom Meeting. Fokus bahasannya adalah batu nisan kuno milik bangsawan Muslim Sasak yang menyimpan berbagai simbol dan pesan sejarah penting. Inisiatif ini menjadi ruang refleksi untuk menggali warisan intelektual lokal yang kerap terlupakan.

Sebagai narasumber, M. Satok Yusuf, seorang arkeolog muda lulusan Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa batu nisan bukan sekadar penanda makam, melainkan cerminan peradaban. “Ada enkripsi dan simbol pada batu nisan bangsawan Muslim Sasak yang menunjukkan adanya hubungan dengan dunia Islam klasik, bahkan bisa jadi pengaruh dari Gujarat atau Timur Tengah,” ujarnya. Melalui pembacaan artefak ini, banyak lapisan makna budaya yang bisa diungkap secara ilmiah dan penuh rasa hormat.

Satok juga menambahkan bahwa warisan seperti ini tak boleh hanya dilihat sebagai benda mati. “Setiap ukiran dan bentuk pada nisan membawa nilai kosmologi, keyakinan, serta status sosial yang dianut masyarakat Sasak kala itu,” jelasnya lebih lanjut. Pendekatan ini mengajak masyarakat untuk menilik sejarah bukan hanya dari teks, tetapi dari benda budaya yang tersebar di seluruh Nusantara. Ini adalah langkah penting dalam mengangkat sejarah lokal ke dalam wacana nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari misi PADI Nusantara untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang kekayaan pengetahuan lokal. Terlalu lama narasi sejarah hanya berpusat pada barat atau narasi-narasi besar, padahal di balik batu-batu nisan di pedesaan Lombok pun tersimpan kisah peradaban besar yang belum sepenuhnya dibuka. Diskusi ini membuka ruang bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk berdialog lintas disiplin.

Meskipun kegiatan ini tidak dipungut biaya, peserta yang menghendaki sertifikat dapat memberikannya secara infaq seikhlasnya sebesar Rp50.000. Informasi lebih lanjut tersedia melalui narahubung dan grup WhatsApp resmi PADI Nusantara. Kegiatan semacam ini bukan hanya soal belajar sejarah, tapi juga upaya menyambung kembali benang identitas kita sebagai manusia Nusantara yang kaya budaya dan ilmu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....