Diam Lebih Bijak daripada Bicara Sembarangan

  • 14 Apr 2025 11:33 WIB
  •  Jakarta

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali tergoda untuk berbicara tanpa berpikir panjang. Padahal, peribahasa lama sudah memperingatkan, "Mulutmu harimaumu." Lisan yang tak dijaga bisa menjadi sumber petaka yang besar.

Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya."

(HR. Tirmidzi no. 2314, hadits ini hasan gharib menurut At-Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan ucapan. Bahkan satu kalimat yang tampak sepele di mata kita, bisa berdampak besar di sisi Allah.

Sebelum berbicara, mari biasakan diri untuk bertanya:

  1. Apakah ini benar?

    Jangan sebarkan berita atau opini yang belum jelas kebenarannya.

  2. Apakah ini bermanfaat?

    Ucapan yang tak memberi nilai tambah sebaiknya ditahan.

  3. Apakah ini akan menyakiti orang lain?

    Kalimat yang kasar atau sindiran bisa meninggalkan luka yang lama sembuhnya.

Ustadz Khalid Basalamah pernah mengingatkan,

"Selama kata-kata di kedua bibirmu dan belum kamu ucapkan itu milikmu. Setelah kamu ucapkan, itu milik orang lain."

Dalam diam, ada kebijakan. Dalam diam, ada ketenangan. Tak semua hal harus dikomentari. Tak semua pendapat harus disampaikan. Terkadang, diam justru menyelamatkan.

Seluruh informasi di atas disarikan dari postingan Instagram Ustadz Khalid Basalamah. Semoga menjadi pengingat yang lembut untuk kita semua agar lebih berhati-hati dalam menjaga lisan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....