Ketahui Kandungan Gula dalam Susu UHT Sebelum Terlalu Banyak Minum
- 16 Jan 2025 08:07 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Susu UHT (Ultra High Temperature) sering dianggap sebagai minuman sehat dan praktis untuk menunjang kebutuhan nutrisi harian. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa beberapa varian susu UHT, terutama yang berasa, mengandung gula tambahan dalam jumlah signifikan. Penting bagi kita untuk mengetahui kandungan gizi dalam susu yang kita konsumsi, agar tidak secara tidak sadar mengonsumsi gula berlebih yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Secara alami, susu mengandung gula dalam bentuk laktosa. Dalam susu UHT plain atau full cream berukuran 250 ml, kandungan laktosa-nya sekitar 8 gram. Laktosa ini adalah gula alami yang sudah ada dalam susu segar, dan relatif aman dikonsumsi. Namun, susu UHT berasa seperti cokelat atau stroberi biasanya mengandung tambahan gula dalam bentuk sukrosa. Misalnya, susu UHT berasa 250 ml mengandung laktosa 8 gram, ditambah sukrosa hingga 11 gram. Kombinasi kedua jenis gula ini membuat kandungan total gulanya jauh lebih tinggi dibandingkan susu plain.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan (sukrosa) tidak melebihi 25 gram per hari untuk orang dewasa. Dengan kandungan sekitar 11 gram sukrosa per 250 ml, susu UHT berasa dapat menyumbang hampir setengah dari batas harian yang disarankan. Ini berarti, konsumsi susu berasa sebaiknya tidak melebihi 500 ml per hari untuk menghindari asupan gula tambahan yang berlebihan. Jika kita mengabaikan fakta ini, konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, dan penyakit jantung.
Untuk menghindari risiko tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, biasakan membaca label kandungan gizi pada kemasan susu sebelum membelinya. Perhatikan informasi mengenai kandungan gula per sajian, termasuk jenis gula seperti laktosa dan sukrosa. Pastikan bahwa kandungan gula tambahan tidak terlalu tinggi.
Kedua, pilih susu plain atau full cream sebagai alternatif yang lebih sehat. Susu jenis ini hanya mengandung laktosa alami tanpa tambahan gula, sehingga lebih aman dikonsumsi dalam jumlah yang lebih besar. Jika Anda ingin menikmati susu berasa, konsumsilah dalam jumlah terbatas, misalnya hanya satu gelas (250 ml) per hari.
Ketiga, baca panduan dan saran penyajian yang biasanya tercantum pada kemasan susu. Beberapa produsen memberikan rekomendasi porsi konsumsi harian yang dapat membantu Anda menyesuaikan asupan nutrisi sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk memperhatikan komposisi produk, karena beberapa merek mungkin menggunakan pemanis tambahan selain sukrosa, seperti fruktosa atau sirup glukosa, yang juga bisa meningkatkan total kandungan gula.
Dengan memahami kandungan gizi dalam susu UHT, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijak untuk menjaga kesehatan. Ingatlah bahwa gula tambahan, meskipun terasa lezat, memiliki dampak jangka panjang yang bisa merugikan tubuh. Jadi, sebelum mengonsumsi susu UHT, pastikan Anda telah memeriksa label nutrisi, memilih varian yang lebih sehat, dan mengatur porsinya sesuai kebutuhan harian. Dengan begitu, manfaat dari susu tetap bisa dirasakan tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....