Aborigin, Penduduk Asli Australia Sejak 48.000 Tahun Silam

  • 08 Des 2024 18:41 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Suku Aborigin merupakan bagian penting dari sejarah dan budaya Negara Australia. Menurut Mutawally dalam Sejarah Singkat Australia Zaman Pelayaran Bangsa Eropa dan Pembentukan Persemakmuran, suku ini sudah menghuni Australia sejak 48.000 tahun silam.

Masyarakat Aborigin juga menghadapi banyak tantangan sejak kedatangan dan pendudukan kolonialis. Namun, identitas dan budaya mereka tetap bertahan dan menjadi simbol ketahanan serta kearifan lokal.

Upaya pelestarian budaya dari masyarakat Aborigin di Australia terus dilakukan hingga sekarang. Sehingga, generasi mendatang bisa mengenal dan menghormati warisan leluhur mereka.

Kata Aborigin berasal dari bahasa latin, yaitu Aborigine yang berarti "dari awal". Nama tersebut merujuk pada bangsa yang pertama kali mendiami benua Australia.

Berikut beberapa ciri khas dari suku Aborigin:

1. Ciri Fisik

Ciri fisik suku Aborigin yaitu berambut keriting, berkulit gelap, memiliki kelopak mata lurus, serta bibir tebal. Namun setelah beradaptasi dengan lingkungan di Australia, kulit mereka menjadi kecokelatan dan rambut ikal.

2. Kepercayaan

Suku Aborigin mempercayai keberadaan roh leluhur serta benda alam yang memiliki kekuatan magis. Kepercayaan ini dirangkaikan dengan ritual adat yang ditujukan kepada leluhur serta alam.

Masyarakat ini juga dipercaya memiliki berbagai kekuatan magis, seperti mengetahui situasi bumi sejak dulu hingga masa depan. Termasuk menyembuhkan orang sakit, hingga mampu keluar ruangan tanpa membuka pintu.

3. Rumah Adat

Suku Aborigin dan masyarakat Papua dipercaya memiliki nenek moyang yang sama. Karena itu kebudayaan keduanya cenderung mirip, salah satunya adalah rumah adat.

Rumah adat Aborigin memiliki bentuk seperti Honai khas Papua yang terbuat dari ranting dan daun yang disusun sederhana. Masyarakat ini juga mampu menyesuaikan bentuk rumah dengan perubahan iklim.

4. Bahasa

Suku Aborigin memiliki ratusan bahasa dan dialek. Bahkan, diketahui jumlahnya mencapai 250 variasi yang masuk dalam rumpun Proto-Australia.

5. Pakaian Adat

Masyarakat Aborigin juga memiliki pakaian adat tersendiri yang terbuat dari kulit kanguru. Kulit tersebut diberi warna putih atau merah yang berfungsi untuk menakut-nakuti hewan buas.

6. Kebudayaan

Sebagai masyarakat adat, Suku Aborigin memiliki beragam kebudayaan, mulai dari seni lukis, pahat, musik, hingga tarian. Masyarakat setempat biasa melukis pada kulit kayu untuk menggambarkan kehidupannya yang berdampingan dengan alam.

7. Kehidupan Sosial

Pada umumnya, suku Aborigin adalah masyarakat primitif yang tidak mengenal sistem pertanian. Mereka terbiasa memancing ikan atau berburu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, suku ini hidup tak jauh dari sumber mata air, seperti laut dan sungai. Mereka juga dikenal sebagai suku yang hidup berkelompok yang dipimpin oleh kepala suku. (MUJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....