Blobfish ,Ikan Terburuk di Dunia Yang Banyak Penggemarnya

  • 18 Nov 2024 09:32 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Blobfish (scientific name Psychrolutes marcidus) adalah salah satu spesies ikan yang sering dianggap sebagai salah satu makhluk laut yang paling aneh dan unik di dunia. Dengan penampilan yang cenderung aneh dan melar, blobfish telah menarik perhatian banyak orang, tidak hanya karena bentuknya yang tidak biasa, tetapi juga karena cara hidupnya yang cukup luar biasa.

Blobfish dikenal dengan bentuk tubuhnya yang tampak seperti bola lemas atau ‘blob’ (dalam bahasa Inggris berarti "gumpalan" atau "lempung"). Ketika dilihat di permukaan laut, ikan ini memiliki wajah yang melorot dan ekspresi seakan-akan sangat malas atau cemas. Ciri khas blobfish adalah kulitnya yang tampak kendur dan tubuhnya yang tampak seperti lendir atau daging yang lembek.

Namun, penampilan blobfish ini sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan saat ikan ini dibawa ke permukaan. Di kedalaman laut yang ekstrem, lebih dari 1.000 meter di bawah permukaan, blobfish memiliki penampilan yang jauh lebih normal dan tidak sekaku saat berada di permukaan. Pada kedalaman tersebut, tekanan air yang sangat tinggi memberikan bentuk tubuh blobfish yang lebih padat dan kokoh.

Tubuh blobfish terbuat dari jaringan yang sangat ringan, hampir tanpa tulang keras, yang memungkinkan mereka untuk bertahan di kedalaman tersebut tanpa membutuhkan banyak energi untuk bergerak.

Blobfish ditemukan di perairan dalam, terutama di sekitar wilayah Australia dan Tasmania, di Samudra Pasifik Selatan. Mereka biasanya hidup di kedalaman antara 600 hingga 1.200 meter, di mana tekanan air sangat tinggi dan kondisi lingkungan sangat gelap. Di kedalaman ini, mereka tidak perlu berenang atau berburu secara aktif untuk makanan. Sebagai ikan dasar, blobfish mengandalkan tubuhnya yang lembek untuk mengapung dan bertahan hidup.

Makanan blobfish sebagian besar terdiri dari organisme yang lebih kecil, seperti krustasea, cacing laut, dan berbagai jenis plankton yang ada di dasar laut. Mereka hanya memerlukan sedikit energi, karena mereka dapat memperoleh makanannya hanya dengan membuka mulut dan membiarkannya masuk melalui arus laut.

Keunikan ini membuat blobfish sangat bergantung pada tekanan air yang tinggi di kedalaman laut untuk mempertahankan bentuk tubuhnya. Ketika dibawa ke permukaan, di mana tekanan sangat rendah, tubuh blobfish akan menggembung dan mencair, memberi kesan seolah-olah ikan ini terbuat dari gel atau lendir.

Meskipun tidak banyak orang yang mengetahui tentang keberadaan blobfish sebelum abad ke-21, ikan ini memperoleh popularitas secara global setelah memenangkan "The World's Ugliest Animal" (Ikan Terburuk di Dunia) pada tahun 2013 dalam sebuah pemilihan yang diadakan oleh The Ugly Animal Preservation Society. Meskipun penampilannya memang terlihat aneh bagi kebanyakan orang, blobfish tidak seharusnya dipandang hanya berdasarkan penampilannya.

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian spesies-spesies yang kurang menarik perhatian masyarakat namun tetap memiliki peran vital dalam ekosistem mereka. Blobfish menjadi simbol bagi banyak spesies laut yang mungkin kurang dikenal atau dihargai, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut.

Seperti banyak spesies laut lainnya, blobfish menghadapi ancaman dari perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Penangkapan ikan dengan jaring trawl di kedalaman laut dapat menyebabkan kerusakan pada habitat blobfish. Selain itu, perubahan iklim yang mempengaruhi suhu laut dan aliran arus dapat berdampak pada keberlangsungan hidup spesies ini.

Meskipun blobfish tidak termasuk dalam spesies yang terancam punah, penting untuk menjaga ekosistem laut secara keseluruhan untuk memastikan kelangsungan hidup mereka dan spesies lainnya yang bergantung pada habitat yang serupa.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....