Pansus DPRD, DPKPP Malra Laporkan Progres Rumah Korban Konflik
- 16 Apr 2025 10:44 WIB
- Tual
KBRN, Langgur: Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) menyampaikan bahwa pembangunan rumah bagi korban konflik sosial tahun 2024 telah tuntas di dua lokasi, yakni Ohoi Ngurdu dan Ohoi Ohoiren. Masing-masing lokasi menyerap anggaran senilai Rp 2,375 miliar untuk 19 unit rumah di Ngurdu, dan Rp 750 juta untuk 6 unit rumah di Ohoiren.
“Seluruh proses pembangunan telah selesai seratus persen baik fisik maupun keuangannya,” ujar Kepala DPKPP Malra, Affan B. Ifat.
Meski demikian, Affan menyebutkan ada satu lokasi tambahan, yakni Ohoi Depur/Wakol, yang belum dapat diselesaikan karena dana termin ketiga sebesar Rp 300 juta belum dicairkan. Dana tersebut kini masuk sebagai beban utang pemerintah daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 karena terkendala efisiensi anggaran.
“Karena sumber anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) sektor Pekerjaan Umum (PU), maka pelaksanaannya tertunda hingga tahun ini,” kata Affan.
Hal ini disampaikan Affan saat menghadiri rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malra terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024, Minggu (13/4/2025). Dalam rapat tersebut, ia menjelaskan rincian pelaksanaan proyek bantuan rumah korban konflik.
“Kami hadir untuk menjawab dan menyampaikan laporan pembangunan berdasarkan realisasi lapangan,”ucapnya.
Sebelumnya Ketua Pansus LKPJ, Cristo Beruatwarin, meminta kejelasan atas pelaksanaan bantuan rumah bagi warga terdampak konflik di dua ohoi tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam program yang menyangkut hak dasar masyarakat.
“Karena ini menyentuh kebutuhan pokok warga, maka pengawasannya harus dilakukan secara serius,” kata Cristo.
Rapat bersama Pansus ini juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja perangkat daerah dalam menyampaikan laporan tahunan kepala daerah. Diharapkan, berbagai temuan dalam rapat ini bisa menjadi catatan untuk peningkatan pelayanan di tahun berikutnya.
“Harapan kami, pembangunan rumah di lokasi lain yang tertunda juga segera ditindaklanjuti,” ujar Cristo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....