Malamang Tradisi Yang Berlangsung Turun Temurun

  • 08 Apr 2024 12:16 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Berbagai tradisi saat jelang lebaran di beberapa daerah di Sumatera Barat sampai saat ini masih tetap terjaga, diantaranya adalah tradisi Malamang. Tradisi malamang merupakan suatu budaya yang diwariskan secara turun temurun dan dan berkembang di lingkungan masyarakat Minangkabau.

Seperti namanya, malamang adalah kegiatan masyarakat Minangkabau di mana dengan bersama-sama membuat ketan yang dimasak menggunakan batang bambu dan dibakar di atas bara api.

Setelah matang, lemang kemudian akan dibawa ke rumah sanak saudara untuk dibagikan. Hanya beberapa wilayah di Sumatra Barat saja yang memiliki tradisi ini, seperti Padang Pariaman, Pariaman, Padang, dan beberapa daerah lainnya. Selain di Minangkabau, lemang juga tersebar di seluruh kebudayaan Melayu dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Tradisi malamang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan berlangsung secara turun temurun sampai sekarang. Menurut tambo (kisah yang meriwayatkan tentang asal usul dan kejadian masa lalu yang terjadi di Minangkabau), tradisi ini berlangsung dari peran Syekh Burhanuddin (pembawa ajaran Islam di Minangkabau). Saat itu Syekh Burhanuddin melakukan perjalanan ke daerah pesisir Minangkabau untuk menyampaikan agama Islam serta bersilaturrahmi ke rumah penduduk. Dari kunjungannya, masyarakat sering memberikan makanan yang masih diragukan kehalalannya. Dia pun menyarankan kepada masyarakat yang dikunjungi agar mencari bambu, kemudian mengalasnya dengan daun pisang muda. Setelah itu dimasukan beras ketan putih dan santan, kemudian dipanggang di atas tungku kayu bakar. Syekh Burhanuddin pun menyarankan kepada setiap masyarakat agar menyajikan makanan lamang ini menjadi simbol makanan yang dihidangkan dalam silaturahim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....