Gulai Melung Bu Hadi, Enam Generasi Tetap Eksis

  • 07 Jan 2024 18:35 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga : Berjualan olahan daging kambing, berupa gulai dan daging goreng yang sudah berjalan sejak enam generasi. Gulai Melung Bu Hadi yang berada di Dusun Melung Desa Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga, tidak kehilangan pamor dan cita rasanya yang khas. Berupa gurih, sedikit manis, dan tidak ada bau prengus dari olahan kambing ini.

Anak pemilik Gulai Melung Bu Hadi Feri Irawan mengatakan, resep gulai melung ini tidak berubah dari awal nenek moyangnya berjualan gulai. Mereka berjualan pada masa penjajahan Belanda dengan cara dipikul keliling desa. Selanjutnya menjual di Pasar desa, yang berjarak sekitar 2 KM dari warung Gulai Melung Bu Hadi saat ini.

Selanjutnya banyak pembeli yang suka, sehingga sejak tahun 90an, orang tuanya yang merupakan generasi keenam membuka warung di rumahnya. Ternyata banyak yang datang, mulai dari pejabat, public figure, tokoh masyarakat dan lainnya. Sehingga semakin dikenal hingga saat ini.

Feri Irawan menjelaskan dalam sehari menghabiskan dua kambing, namun pada saat tertentu seperti libur panjang atau ada pesanan khusus dapat menghabiskan empat ekor kambing.

Untuk harga di Gulai Kambing Melung Bu Hadi, dengan sistem ditimbang. Untuk daging goreng per ons Rp 40 ribu, kulit goreng Rp 26 ribu, balungan Rp 45 ribu dan Rp 55 ribu per ons.

“ Jadi awalnya jualan ider ( atau keliling), kemudian jualan di pasar. Terus ada yang mengusulkan agar jualan di rumah saja, sampai sekarang karena cukup banyak yang beli,” kata Feri Irawan.

Sementara itu, salah satu pembeli asal Purwokerto Rudi Minggu ( 7/1/2024) mengatakan meski Gulai Melung ini jauh dari Purwokerto, atau harus ditempuh sekitar 1,5 jam. Namun dirinya sering makan olahan kambing ini. Karena rasanya yang enak, dan bikin kenyang.

“ Saya sering datang ke sini, kadang sama keluarga, sama teman dan lainya. Jauh sih iya Cuma, kalau udah makan rasanya nggak kepikir waktu tempuh ke sini,” kata Rudi.

Selain gulai, ada olahan kaki kambing atau dengkil, ada juga kepala kambing, iga, kikil, balungan, dan sumsum tulang kambing .

Untuk mengolah gulai kambing dan lainnnya, pemilik mempergunakan dua tungku kayu bakar berukuran raksasa. Satu tungku terdapat enam lubang, yang dapat digunakan untuk memasak. Dengan cara ini, dan bumbu- bumbu khasnya Gulai Melung selalu nikmat untuk dinikmati terutama untuk makan siang. (RA).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....