Ful Medames, Sarapan Khas Mesir dari Kacang Fava

  • 17 Sep 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ful medames adalah kacang fava yang dimasak hingga sangat lembut, menjadi hidangan sarapan populer dan makanan pokok nasional Mesir.
  • Hidangan ini diberi minyak dan jintan sebagai bahan dasar, kemudian dapat dilengkapi dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, bawang, peterseli, perasan lemon, dan cabai.
  • Ful medames memiliki fungsi budaya yang sama bagi masyarakat Mesir seperti nasi uduk atau bubur ayam bagi masyarakat Indonesia sebagai pilihan sarapan tradisional.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kalau orang Indonesia akrab dengan nasi uduk atau bubur ayam untuk sarapan, masyarakat Mesir punya pilihan yang berbeda. Salah satu yang paling dikenal adalah ful medames, hidangan kacang fava yang menjadi makanan pokok dan nasional Mesir.

Ful medames merupakan kacang fava yang dimasak hingga sangat lembut, kemudian diberi minyak dan jintan. Hidangan ini juga dapat dilengkapi bawang putih, bawang, peterseli, perasan lemon, cabai, atau berbagai bumbu lainnya.

Nama ful medames memiliki arti yang menarik, yaitu “kacang yang terkubur”. Nama tersebut berkaitan dengan cara memasak tradisionalnya yang menggunakan wadah berisi kacang dan ditempatkan di dalam bara panas.

Metode tersebut sudah dikenal sejak lama di Mesir. Melansir Epicurious, kacang fava dimasak semalaman dalam wadah besar menggunakan bara api, termasuk di sekitar pemandian umum Kairo.

Sekarang, cara memasaknya tentu lebih praktis dan tidak harus menggunakan bara pemandian umum. Ful medames biasanya dimasak dalam wadah logam besar hingga kacangnya sangat lunak sebelum diberi berbagai pelengkap.

Soal sejarah, beberapa penulis mengaitkan ful medames dengan makanan Mesir Kuno. Wikipedia menyebut sekitar 2.600 kacang fava kering ditemukan di situs Neolitikum dekat Nazareth.

Hidangan ini disebut dalam Talmud Yerusalem, menunjukkan olahan kacang fava telah dikenal di Timur Tengah sejak abad keempat. Namun, hal tersebut belum berarti resep ful medames yang dikenal sekarang sudah sama persis sejak masa tersebut.

Meski sangat identik dengan sarapan, ful medames sebenarnya dapat disantap kapan saja. Hidangan ini dapat ditemukan di rumah, restoran, hingga penjual makanan jalanan dan sering disantap bersama roti.

Popularitas ful medames juga tidak berhenti di Mesir. Hidangan ini menyebar ke berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika, seperti Sudan, Yordania, Lebanon, Somalia, dan Maroko.

Setiap daerah kemudian memiliki cara penyajian yang berbeda. Di Yordania, ful dapat disajikan sebagai saus cocol dengan tahini, bawang putih, tomat, lemon, jintan, minyak zaitun, dan cabai.

Di beberapa negara Afrika, hidangan serupa juga mendapat penyesuaian dengan bahan dan bumbu lokal. Di Somalia, misalnya, ful menjadi salah satu menu sarapan yang biasanya disantap bersama telur dan roti.

Bahan utama ful medames sebenarnya sederhana dan mudah ditemukan. Kacang fava yang sudah dimasak lembut dapat dipadukan dengan minyak, jintan, lemon, bawang putih, bawang, atau cabai sesuai selera.

Karena berbahan utama kacang, ful medames menjadi contoh makanan sederhana yang telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat. Hidangan ini menunjukkan bagaimana satu bahan pangan dapat diolah dan berkembang menjadi berbagai versi di negara berbeda. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....