Butterscotch dan Toffee Sering Dianggap Sama, Apa Bedanya?

  • 01 Sep 2026 15:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Butterscotch dan toffee memiliki perbedaan dalam bahan dasar, terutama dalam penggunaan mentega, gula, dan bahan tambahan lainnya.
  • Proses pembuatan kedua jenis permen ini berbeda dalam hal suhu pemasakan dan teknik yang digunakan, yang mempengaruhi hasil akhirnya.
  • Perbedaan tekstur antara butterscotch dan toffee terletak pada konsistensi dan tingkat kekerasannya saat sudah jadi.

RRI.CO.ID, Jakarta — Butterscotch dan toffee sama-sama dikenal dengan rasa manis serta aroma mentega yang kuat. Keduanya juga sering digunakan dalam permen, biskuit, es krim, kue, hingga berbagai jenis minuman.

Kemiripan tersebut membuat butterscotch dan toffee kerap dianggap sebagai makanan atau rasa yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan dari bahan, proses pembuatan, hingga tekstur yang dihasilkan.

Melansir Food Republic, butterscotch secara tradisional dibuat menggunakan gula merah atau brown sugar dan mentega. Campuran tersebut dimasak hingga menghasilkan rasa manis dengan karakter mentega yang kuat.

Toffee juga menggunakan gula dan mentega sebagai bahan utama dalam pembuatannya. Namun, campuran tersebut umumnya dimasak hingga mencapai suhu lebih tinggi sehingga menghasilkan tekstur yang lebih keras.

Perbedaan proses pemasakan tersebut menjadi salah satu pembeda utama keduanya. Suhu dan lama pemasakan memengaruhi tekstur, warna, serta karakter rasa yang dihasilkan.

Butterscotch dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, mulai dari saus hingga permen. Teksturnya bisa lebih lembut dan mudah meleleh ketika digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman.

Sementara itu, toffee lebih dikenal dalam bentuk permen dengan tekstur keras dan renyah. Setelah matang dan dingin, campuran gula serta mentega dapat menghasilkan tekstur yang mudah patah atau dikunyah.

Dari segi rasa, keduanya memang memiliki kemiripan karena sama-sama memberikan sensasi manis dan buttery. Namun, toffee umumnya memiliki rasa gula yang lebih pekat akibat proses pemasakan pada suhu tinggi.

Butterscotch juga sering digunakan sebagai nama rasa pada berbagai produk makanan. Perisa butterscotch dapat ditemukan dalam es krim, puding, saus, cokelat, cookies, hingga minuman.

Toffee lebih sering digunakan sebagai bahan atau tekstur tambahan dalam produk makanan. Potongan toffee, misalnya, dapat dicampurkan ke dalam cokelat, es krim, cookies, atau digunakan sebagai topping.

Karena itu, menyebut keduanya sebagai hal yang sama sebenarnya kurang tepat. Butterscotch dan toffee memang memiliki bahan dasar serta karakter rasa yang mirip, tetapi proses dan teksturnya dapat membuat hasil akhirnya berbeda.

Jadi, jika menemukan produk dengan label butterscotch, jangan langsung membayangkan permen keras seperti toffee. Keduanya sama-sama menawarkan perpaduan gula dan mentega, tetapi memiliki karakter masing-masing. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....