Kue Kararaban, Wadai Banjar dengan Aroma Adas dan Kayu Manis
- 12 Agt 2026 11:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kue Kararaban adalah wadai tradisional masyarakat Banjar dari Kalimantan Selatan yang memiliki sentuhan rempah yang cukup khas.
- Bahan utama pembuatan Kue Kararaban terdiri dari tepung beras, tepung terigu, gula merah, santan, telur, dan garam.
- Kue tradisional ini berbeda dari kue-kue manis pada umumnya karena menawarkan kombinasi cita rasa yang unik dengan aroma rempah yang khasanah budaya lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kue tradisional biasanya identik dengan rasa manis, gurih, atau aroma pandan. Namun, Kue Kararaban dari Kalimantan Selatan memiliki sentuhan rempah yang cukup khas.
Kue ini dikenal sebagai wadai kararaban dalam kuliner masyarakat Banjar. Kararaban menggunakan tepung beras, tepung terigu, gula merah, santan, telur, dan garam.
Hal yang membuat Kararaban berbeda adalah penggunaan adas manis dan kayu manis. Kedua rempah tersebut memberikan aroma khas yang cukup kuat pada kue.
Adas manis biasanya lebih dikenal sebagai bumbu masakan atau bahan minuman berbumbu. Dalam Kararaban, rempah tersebut justru digunakan sebagai bagian dari cita rasa kue tradisional.
Adas manis umumnya disangrai terlebih dahulu hingga harum. Rempah tersebut kemudian ditumbuk halus sebelum dicampurkan dengan kayu manis.
Campuran rempah tersebut dapat digunakan pada adonan maupun sebagai taburan bagian atas kue. Penggunaan rempah membuat Kararaban memiliki aroma yang berbeda dari banyak jajanan tradisional lainnya.
Adonan Kararaban dibuat dengan mencampurkan tepung beras dan tepung terigu bersama telur. Campuran tersebut kemudian dipadukan dengan santan dan gula merah yang telah dilarutkan.
Setelah adonan selesai dibuat, Kararaban dimasukkan ke dalam loyang untuk dikukus. Proses pengukusan membuat teksturnya menjadi lembut dan cukup padat.
Bagian atas kue juga mendapat tambahan santan dan campuran rempah. Setelah dikukus kembali, permukaan Kararaban dapat ditaburi adas dan kayu manis.
Perpaduan gula merah dan santan memberikan rasa manis sekaligus gurih pada Kararaban. Sementara itu, adas dan kayu manis memberikan aroma rempah yang menjadi ciri khasnya.
Kararaban dapat ditemukan di pasar wadai dan sejumlah tempat penjualan kue tradisional Banjar. Keberadaannya menunjukkan beragam cara masyarakat Banjar menggunakan rempah dalam makanan manis.
Di tengah banyaknya kue tradisional dengan rasa dan aroma yang familiar, Kararaban menawarkan karakter berbeda. Kue ini memperlihatkan bagaimana rempah yang identik dengan masakan dapat menjadi bagian dari jajanan manis Indonesia. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....