Bagaimana Ramen Menjadi Ikon Kuliner Jepang? Ini Sejarahnya
- 27 Agt 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ramen adalah hidangan mi berkuah yang populer dari Jepang, terdiri dari mi, kaldu, bumbu, dan berbagai pelengkap dalam satu mangkuk.
- Ramen berasal dari Tiongkok sebelum berkembang dan menjadi hidangan khas Jepang dengan karakter, rasa, dan tradisi penyajian yang unik.
- Masyarakat Jepang telah melakukan berbagai perubahan pada ramen sehingga menjadi makanan yang memiliki identitas dan tradisi tersendiri.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ramen merupakan hidangan mi berkuah yang dikenal luas sebagai salah satu makanan paling populer dari Jepang. Hidangan ini memadukan mi, kaldu, bumbu, dan berbagai pelengkap dalam satu mangkuk yang menggugah selera.
Melansir Japan National Tourism Organization, ramen sebenarnya berasal dari Tiongkok sebelum berkembang menjadi hidangan khas Jepang. Ramen kemudian mengalami berbagai perubahan hingga memiliki karakter, rasa, dan tradisi penyajian yang disesuaikan oleh masyarakat Jepang.
Asal-usul ramen di Jepang dapat ditelusuri hingga awal abad ke-20. Pada 1910, sebuah restoran Tiongkok di Asakusa, Tokyo, mulai menyajikan hidangan yang kemudian dikenal sebagai ramen.
Melansir Universitas Komputer Indonesia, hidangan tersebut pada awalnya dikenal sebagai shina soba yang berarti mi Tiongkok dalam bahasa Jepang. Lalu, ramen semakin populer setelah masyarakat Jepang mulai menerima hidangan tersebut sebagai makanan sehari-hari yang terjangkau.
Salah satu ciri khas ramen terletak pada mi gandum yang dibuat menggunakan kansui, yaitu larutan bersifat basa. Penggunaan kansui membuat mi memiliki tekstur kenyal yang berbeda dari jenis mi Jepang lainnya.
Ramen juga memiliki pilihan jenis kuah yang dapat disesuaikan dengan bumbu serta bahan dasar yang digunakan. Kaldu dapat menggunakan bahan seperti ayam, ikan, seafood, atau tulang babi sesuai karakter ramen yang dibuat.
Selain kuah, ramen biasanya dilengkapi berbagai bahan seperti sayuran, seafood, daging, serta telur. Perpaduan mi, kuah, dan pelengkap tersebut membuat setiap mangkuk ramen dapat memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda.
Setiap wilayah kemudian mengembangkan ciri khasnya sendiri, sehingga ramen memiliki banyak variasi yang berbeda. Sapporo terkenal dengan ramen miso, sedangkan Fukuoka dikenal melalui ramen Hakata dengan kuah tonkotsu yang pekat.
Popularitas ramen tidak hanya berkembang di Jepang, tetapi juga menyebar hingga menjadi makanan yang dikenal secara internasional. Berangkat dari sajian sederhana, ramen kemudian menjadi ikon kuliner Jepang yang mendunia.
Popularitas ramen semakin meluas setelah muncul inovasi ramen instan yang menawarkan cara penyajian lebih praktis bagi masyarakat. Pada 1958, Momofuku Ando menciptakan mi instan melalui Nissin Foods yang kemudian juga menyebar ke berbagai negara.
| Baca juga: Konsep Kuliner Keluarga Hadir di Yogyakarta |
Ramen tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga bagian penting dari budaya kuliner Jepang. Berbagai inovasi menjadikan ramen sebagai sebuah tradisi yang sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....