Bidik Pecinta Kuliner Lokal, Gokuniku Hadirkan Spicy Tomato Sukiyaki di Senopati

  • 25 Agt 2026 01:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gokuniku hadir di Senopati, Jakarta Selatan, mengusung konsep modern Japanese dengan menu shabu-shabu dan sukiyaki.
  • Spicy Tomato Sukiyaki menjadi menu signature, memadukan rasa manis-gurih sukiyaki dengan sensasi asam segar tomat dan cabai rawit.
  • Menyasar konsumen lokal sebagai pasar utama, dengan komposisi pengunjung sekitar 80 persen lokal, 10 persen warga Jepang, dan 10 persen wisatawan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, kembali kedatangan pilihan kuliner Jepang. Kali ini, Gokuniku hadir dengan konsep yang menggabungkan hidangan shabu-shabu dan sukiyaki dengan cita rasa yang dibuat lebih dekat dengan selera masyarakat Indonesia.

Salah satu menu andalan yang menjadi signature Gokuniku adalah spicy tomato sukiyaki. Menu ini memadukan rasa manis dan gurih khas sukiyaki dengan sensasi asam segar dari tomat serta cabai rawit.

CEO Gokuniku, Michael, mengatakan pemilihan Senopati sebagai outlet pertama dilakukan karena karakter pasar di kawasan tersebut dinilai sesuai dengan konsep restoran.

"Kalau menurut saya lokasi cuma bisa di daerah Senopati atau di Menteng. Itu maka untuk outlet pertama saya pilih di Senopati," ujarnya kepada wartawan pada acara Grand Opening Gokuniku, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Michael, spicy tomato sukiyaki menjadi pembeda Gokuniku di tengah banyaknya restoran Jepang di kawasan Senopati. "Sebenarnya yang bikin beda itu spicy tomato sukiyaki-nya kita. Itu signature product-nya kita," katanya.

Ia menjelaskan, menu tersebut terinspirasi dari pengalamannya mencicipi tomato sukiyaki di Singapura. Konsepnya kemudian dikembangkan untuk Gokuniku dengan menyesuaikan rasa agar lebih dekat dengan lidah konsumen Indonesia.

"Kalau tomato spicy ini, dia ada essence asam, asam segarnya. Ada cabai rawitnya juga. Nah, itu yang bikin beda sebenarnya," ucapnya.

Shabu-Shabu dengan Kuah Kombu

Head Chef Gokuniku, Andhika Bayu, menjelaskan shabu-shabu pada dasarnya merupakan hidangan rebusan. Daging dan bahan pelengkap dimasak di dalam kuah yang mendidih.

Head Chef Gokuniku Restaurant, Andhika Bayu (kanan) saat melakukan live demo cooking Spicy Tomato Sukiyaki di hadapan wartawan, Senin, 24 "Agustus 2026 (Foto: Dok. Gokiniku)

Kuah shabu-shabu Gokuniku menggunakan kombu dan ikan cakalang atau bonito sebagai karakter utama rasa. Cita rasanya cenderung salty dan ringan.

Sementara itu, tersedia pula kuah sukiyaki original yang memiliki karakter sweet dan savory. Serta, spicy tomato yang memberikan rasa lebih segar dengan tambahan tomat dan cabai.

Untuk menjaga kualitas daging, Andhika menyarankan konsumen tidak memasaknya terlalu lama. "Daging cukup dicelupkan selama sekitar 5–7 detik di dalam kuah yang mendidih. Jika terlalu lama dimasak, tekstur daging akan menjadi lebih keras dan sari dagingnya keluar ke dalam kuah," katanya.

Untuk shabu-shabu, Gokuniku menggunakan A5 Japanese Wagyu bagian chuck tender atau kogarashi dari Miyazaki. Sementara, spicy tomato menggunakan A5 premium beef bagian ribeye dari wilayah yang sama.

Gokuniku juga menyediakan pilihan daging dari Kagoshima dan Hida. Pilihan tersebut menyasar konsumen yang menginginkan pengalaman menikmati daging Jepang dengan kualitas berbeda.

Andalkan Private Room

Selain menu, Gokuniku menawarkan konsep ruang privat. Terdapat sembilan VIP room dan satu ruangan besar di lantai empat yang dapat menampung sekitar 30 orang.

Seluruh ruang privat dilengkapi fasilitas karaoke dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari berkumpul bersama keluarga dan teman hingga pertemuan perusahaan.

"Kita punya konsep tuh lebih pengin VIP banyak, bisa karaoke. Terus kita di lantai empat juga ada ruangan besar untuk corporate meeting segala macam," ujar Michael.

Untuk penggunaan ruang privat, diterapkan minimum charge mulai sekitar Rp2 juta. Sementara ruangan besar berkapasitas hingga 30 orang memiliki minimum charge sekitar Rp10 juta.

Bidik 80 Persen Konsumen Lokal

Gokuniku menargetkan konsumen lokal sebagai pasar utama. Saat ini, komposisi pengunjung diperkirakan sekitar 80 persen konsumen lokal, 10 persen warga Jepang, dan 10 persen wisatawan. Karakter rasa yang lebih familiar bagi lidah Indonesia menjadi salah satu strategi untuk menjangkau pasar tersebut.

Untuk pilihan harga, set menu Gokuniku tersedia mulai kisaran Rp368 ribu hingga Rp388 ribu, dengan sekitar 120 gram daging, sayuran, nasi, dan pelengkap. Pilihan premium dapat mencapai sekitar Rp1 juta per set.

Sementara untuk makan siang, tersedia lunch package mulai Rp188 ribu sebelum pajak dengan pilihan daging Australia Black Angus.

Promo Grand Opening 15 Persen

Gokuniku sebenarnya telah beroperasi sejak Lebaran dan baru menggelar grand opening pada Agustus 2026. Selama beroperasi, Michael menyebut respons konsumen cukup positif, ditandai dengan pelanggan yang kembali datang dan mengajak teman maupun kerabat.

Dalam rangka grand opening, Gokuniku memberikan diskon 15 persen yang berlaku mulai 25 Agustus hingga 6 September 2026.

Michael mengatakan pihaknya belum terburu-buru mengejar target omzet maupun ekspansi. Fokus utama saat ini adalah membangun pengalaman konsumen dan mengembangkan outlet pertama secara bertahap.

"Yang penting orang cobain dulu, suka dulu. Mending saya jalan-jalan di tempat tapi bertumbuh, daripada lari tapi anjlok," ujarnya menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....