Tren 'Saya Ganti Kimpul', Kenali Diversifikasi Pangan Nusantara yang Viral di TikTok
- 06 Agt 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kimpul diperkenalkan melalui akun TikTok @black.sheep8208 sebagai alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi dengan jargon 'saya ganti kimpul' yang viral di media sosial.
- Tren diversifikasi pangan ini mengingatkan pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Konten viral tentang kimpul menunjukkan potensi media sosial dalam menggerakkan masyarakat untuk mengadopsi pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Diversifikasi pangan menjadi pembahasan setelah kimpul ramai diperkenalkan sebagai pengganti nasi di TikTok. Tren tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Akun TikTok @black.sheep8208 memperkenalkan kimpul sebagai alternatif sumber karbohidrat pengganti nasi. Konten tersebut dikenal melalui jargon "saya ganti kimpul" dan menarik perhatian warganet.
Selain kimpul, kreator Manik Nur Hidayati juga konsisten mengangkat keberagaman pangan lokal Indonesia. Lewat gerakan ‘Isi Piringku’, ia memperkenalkan beragam pangan lokal beserta manfaatnya untuk menarik minat masyarakat terhadap diversifikasi pangan.
Konten tersebut memicu diskusi mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat. Fenomena itu juga kembali mengenalkan berbagai komoditas pangan yang mulai jarang dikonsumsi masyarakat.
Melansir dari berbagai sumber, diversifikasi pangan bukan sekadar mengganti nasi dengan bahan makanan lain dalam menu sehari-hari. Konsep tersebut menekankan konsumsi aneka sumber karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan pangan lokal secara seimbang.
Pemerintah telah lama mendorong diversifikasi pangan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan nasional menghadapi berbagai tantangan produksi. Pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai makanan pokok utama.
Indonesia memiliki beragam komoditas pangan lokal seperti kimpul, talas, singkong, ubi jalar, sagu, sorgum, dan jagung. Setiap daerah memiliki potensi pangan yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah dan kebiasaan masyarakat setempat.
Selain menjaga ketahanan pangan, diversifikasi pangan memberikan manfaat bagi kesehatan melalui pola makan yang lebih beragam. Konsumsi berbagai jenis bahan pangan membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menciptakan menu harian yang lebih seimbang.
Fenomena tersebut menunjukkan pangan lokal kembali mendapat perhatian melalui media sosial. Kondisi itu diharapkan mendorong masyarakat mengenal dan memanfaatkan sumber pangan yang lebih beragam. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....