Asal Usul Rawon, Hidangan Khas Jawa Timur yang Jejaknya Tertulis di Prasasti Kuno
- 31 Jul 2026 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rawon merupakan kuliner tradisional Indonesia yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-10 Masehi berdasarkan Prasasti Taji.
- Ciri khas rawon berasal dari penggunaan kluwek yang memberikan kuah berwarna hitam pekat serta cita rasa gurih yang khas.
- Sebagai warisan kuliner Jawa Timur, rawon tetap bertahan hingga kini dan dikenal luas, bahkan sampai ke mancanegara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rawon merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang telah dikenal sejak lebih dari seribu tahun silam. Jejaknya bahkan ditemukan dalam prasasti kuno, menjadikan rawon sebagai salah satu makanan tradisional tertua di Indonesia.
Rawon identik dengan kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari penggunaan kluwek dengan rasa gurih dan sedikit pahit. Perpaduan daging sapi dengan aneka rempah membuat hidangan ini menjadi salah satu ikon kuliner Jawa Timur.
Melansir dari berbagai sumber, sejarah rawon diperkirakan telah dimulai sejak abad ke-10 Masehi berdasarkan temuan Prasasti Taji. Dalam prasasti tersebut, terdapat istilah 'rarawwan' yang diyakini sebagai cikal bakal nama rawon.
Pada masa kerajaan, terutama era Majapahit, rawon menjadi salah satu hidangan yang disajikan dalam jamuan penting kerajaan. Seiring berjalannya waktu, sajian tersebut tidak lagi terbatas untuk kalangan bangsawan dan mulai dinikmati oleh masyarakat luas.
Asal nama rawon juga memiliki kisah yang menarik untuk ditelusuri melalui bahasa Jawa kuno. Rawon berasal dari kata 'rawa' yang diasosiasikan dengan warna gelap, merujuk pada tampilan kuah hitam pada rawon.
Pada awal perkembangannya, rawon disebut menggunakan daging kerbau sebagai bahan utama karena mudah diperoleh pada masa itu. Namun, seiring perubahan zaman dan ketersediaan bahan pangan, daging sapi kemudian menjadi pilihan yang lebih umum.
Keunikan utama rawon terletak pada penggunaan kluwek (Pangium edule) sebagai bumbu utamanya. Daging biji kluwek yang telah difermentasi menghasilkan warna hitam alami sekaligus memberikan rasa gurih yang kompleks.
Uniknya, biji kluwek tidak dapat langsung dikonsumsi secara mentah karena mengandung senyawa beracun. Kluwek harus melalui proses perebusan, perendaman, dan fermentasi sebelum aman digunakan sebagai bumbu, seperti pada rawon.
Rawon tidak hanya menjadi identitas kuliner Jawa Timur, tetapi juga salah satu hidangan yang dikenal hingga mancanegara. Warisan kuliner berusia lebih dari seribu tahun ini tetap bertahan karena mampu mempertahankan cita rasanya yang autentik. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....