Warung Zuki Kenalkan Gimbap Bercita Rasa Lokal di Sanggau

  • 12 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warung Zuki di Kabupaten Sanggau menghadirkan gimbap bercita rasa lokal sebagai alternatif kuliner Korea yang disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.
  • Usaha yang dirintis Zulruari sejak 2025 tersebut mendapat respons positif sejak awal peluncuran meski sempat menghadapi tantangan mengenalkan produk baru kepada masyarakat.
  • Promosi melalui media sosial dan kolaborasi dengan akun Instagram lokal membantu Warung Zuki memperluas jangkauan pelanggan hingga ke desa-desa sekitar Sanggau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Warung Zuki menghadirkan inovasi kuliner berupa gimbap bercita rasa lokal di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Menu tersebut menjadi salah satu alternatif kuliner khas Korea yang disesuaikan dengan selera masyarakat setempat.

Pemilik Warung Zuki, Zulruari, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis sejak 2022 saat dirinya masih berkuliah. Namun, saat itu ia masih menjual menu sate taichan dan ayam geprek menggunakan gerobak.

"Karena waktu itu manajemennya masih belajar dari sisi pemasaran dan branding. Meski akhirnya tutup," ujar Zulruari kepada RRI Pro 3, Minggu, 12 Juli 2026.

Setelah kembali ke Kabupaten Sanggau pada 2025, ia mulai mencoba usaha baru dengan menawarkan gimbap bercita rasa lokal. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melihat belum adanya produk serupa di daerah tersebut.

"Awalnya kami ragu apakah gimbap lokal ini bakal diterima. Tapi setelah kami coba uji pasar, rupanya produk kami diminati sejak minggu-minggu pertama," jelasnya.

Ia mengatakan konsep "gimbap lokal" dipilih dengan menyesuaikan cita rasa agar lebih mudah diterima masyarakat. Gimbap tersebut dibuat menggunakan nori, nasi campuran beras ketan dan beras biasa, telur dadar, wortel, serta timun.

Menurutnya, tantangan terbesar pada awal usaha bukan proses produksi, melainkan memperkenalkan makanan yang masih asing bagi masyarakat Sanggau. Karena itu, ia memanfaatkan media sosial dan berkolaborasi dengan akun Instagram lokal untuk mempromosikan produknya.

"Tantangannya bagaimana membuat masyarakat tahu produk kami. Awalnya kami juga dibantu akun Instagram lokal yang memposting produk-produk UMKM sehingga masyarakat mulai mengenal Warung Zuki," ujarnya.

Saat ini Warung Zuki masih berfokus menjual gimbap dan beroperasi secara daring dengan sistem pemesanan. Meski berencana menambah menu seperti tteokbokki dan corndog , keterbatasan kapasitas produksi membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

"Alhamdulillah peminatnya makin bertambah. Kami masih melayani secara online dan dikelola berdua bersama istri," katanya.

Ia menambahkan pelanggan Warung Zuki tidak hanya berasal dari Kota Sanggau, tetapi juga dari sejumlah desa di sekitarnya. Ke depan, ia berharap dapat terus mengembangkan usahanya dengan menghadirkan lebih banyak variasi menu bagi masyarakat. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....