'Kangen Omah' Hadirkan Cita Rasa Masakan Rumahan, Obati Rindu Perantau di Yogyakarta
- 07 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kangen Omah menghadirkan konsep masakan rumahan untuk mengobati kerinduan para perantau di Yogyakarta.
- Seluruh menu menggunakan resep keluarga turun-temurun dengan dominasi hidangan khas Jawa.
- Kualitas bahan baku dan cita rasa otentik tetap menjadi fokus utama di tengah persaingan kuliner modern.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah menjamurnya kuliner modern dan makanan cepat saji, rumah makan Kangen Omah memilih mempertahankan cita rasa masakan rumahan. Nama "Kangen Omah" yang berasal dari bahasa Jawa dipilih untuk menghadirkan rasa rindu akan masakan rumah bagi para pelanggan.
Pemilik sekaligus pengolah menu Kangen Omah, Mia, mengatakan konsep tersebut berangkat dari banyaknya pendatang yang tinggal di Yogyakarta. Menurutnya, para perantau sering merindukan masakan rumah yang biasa disajikan oleh orang tua atau keluarga mereka.
"Di sini kan banyak pendatang, banyak anak-anak yang merantau. Kami berharap saat mereka makan masakan kami, mereka merasakan seperti makan masakan mamah, nenek, atau keluarga di rumah," kata Mia dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 7 Juni 2026.
Menurutnya, seluruh menu yang disajikan merupakan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Resep tersebut berasal dari sang ibu hingga neneknya dan tetap dipertahankan hingga sekarang.
"Ini memang resep-resep dari mamah saya, turun-temurun dari keluarga. Jadi semuanya murni masakan rumahan," ujarnya.
Kangen Omah menawarkan beragam hidangan khas Jawa yang akrab ditemui di meja makan keluarga. Beberapa menu andalannya antara lain brongkos, cumi hitam, sambal goreng kentang, daun pepaya, oseng tempe, hingga berbagai olahan ayam.
Mia menjelaskan banyaknya pilihan menu menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan kepada pelanggan. Dengan variasi yang berbeda setiap hari, pelanggan dapat menikmati menu yang beragam tanpa merasa bosan.
"Kalau masakan rumahan itu pilihannya banyak. Hari ini bisa makan yang satu, besok bisa pilih menu yang lain lagi," katanya.
Di saat banyak pelaku usaha kuliner berlomba menghadirkan makanan yang sedang viral, Kangen Omah justru tetap fokus pada masakan tradisional. Menurut Mbak Mia, kuliner rumahan memiliki daya tahan yang lebih panjang dibanding tren makanan yang datang dan pergi.
"Kalau masakan tradisional itu tidak termakan zaman. Tidak cuma karena lagi viral atau sedang happening. Masakan rumahan itu abadi menurut saya," ujarnya.
Selain mempertahankan resep keluarga, Kangen Omah juga menjaga kualitas bahan baku dan cita rasa masakan. Setiap bahan yang datang dari pemasok selalu diperiksa sebelum diolah.
Mia mengaku turut mengawasi langsung proses memasak untuk memastikan rasa dan tampilan makanan tetap sesuai standar. "Kalau masakan Jawa itu identiknya bumbunya harus mantap, rasa manisnya, asinnya, dan bumbunya harus terasa," katanya.
Saat ini Kangen Omah dapat ditemui di pusat usahanya yang berada di Jalan Magelang Nomor 126, Yogyakarta. Selain itu, menu Kangen Omah juga tersedia di area food court Hypermart Jogja City Mall.
Meski persaingan usaha kuliner semakin ketat, Mia memilih fokus menjaga kualitas rasa dan pelayanan kepada pelanggan. Ia berusaha mempertahankan cita rasa masakan meskipun harga bahan baku sering mengalami perubahan.
"Yang penting kualitas dan rasanya tetap sama. Walaupun harga bahan naik turun, kami tetap berusaha menjaga rasa supaya pelanggan tetap puas," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....