UD Lomang Panas Jaya Medan Laris Manis, Jual hingga 300 Porsi saat Akhir Pekan
- 28 Jun 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UD Lomang Panas Jaya di Medan mampu menjual hingga 300 porsi lomang saat akhir pekan.
- Usaha yang dirintis sejak 2007 berawal dari tradisi masyarakat Mandailing membuat lomang menjelang Lebaran.
- Lomang disajikan dengan selai srikaya khas Medan atau selai durian saat musim durian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kuliner tradisional lomang atau lemang masih menjadi favorit masyarakat di Medan. Hal itu terlihat dari tingginya penjualan yang dicatat UD Lomang Panas Jaya, yang mampu menjual hingga 300 porsi lomang dalam sehari pada akhir pekan.
Pemilik UD Lomang Panas Jaya, M. Nursalim Lubis, mengatakan pada siang hari saja sebanyak 150 porsi telah habis terjual. Ia pun menyiapkan tambahan sekitar 150 porsi lagi untuk memenuhi permintaan pelanggan hingga sore hari.
"Alhamdulillah sudah habis berkisar 150 porsi. Kita menambah lagi sekitar 150 porsi untuk lanjutnya sampai sore," kata Nursalim dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Minggu, 28 Juni 2026.
Nursalim menceritakan usaha yang dirintisnya bermula dari lapak sederhana pada 1997. Saat itu ia menempati lahan kosong di belakang kawasan tempat usahanya saat ini untuk membakar lomang sebagai bagian dari tradisi masyarakat Mandailing menjelang malam Lebaran.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap lomang saat itu di luar dugaan. Berawal dari membakar sekitar 43 batang lomang untuk tradisi, banyak pelanggan yang datang membeli sehingga ia memutuskan membuka usaha secara lebih serius pada 2007.
"Awalnya kami hanya membuat lomang untuk tradisi orang Mandailing saat malam Lebaran. Ternyata peminatnya banyak sekali, akhirnya saya berinisiatif membuka usaha lomang," ujarnya.
Nursalim menjelaskan, lomang buatannya tidak memiliki perbedaan mendasar dengan lemang yang dikenal di daerah lain seperti Minangkabau maupun Melayu. Perbedaannya hanya terletak pada penyebutan nama, karena masyarakat Mandailing menyebutnya sebagai "lomang".
Bahan utama yang digunakan pun tetap berupa beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu. Di UD Lomang Panas Jaya, setiap bambu hanya digunakan satu kali untuk menjaga kualitas dan cita rasa.
"Kami mengutamakan kualitas. Bambu yang digunakan hanya sekali pakai agar hasilnya tetap baik," katanya.
Sebagai pelengkap, setiap porsi lomang disajikan bersama selai srikaya khas Medan. Namun saat musim durian tiba, pelanggan juga dapat memilih selai durian sesuai permintaan.
"Saat musim durian, kami juga menyediakan selai durian kalau memang ada pelanggan yang memesan," ucapnya.
Saat ini harga satu porsi lomang beserta selai dibanderol Rp45 ribu. Harga tersebut naik Rp5 ribu setelah adanya kenaikan harga bahan baku sejak 26 Juni 2026.
Untuk menjaga kualitas produknya, Nursalim memilih menggunakan beras ketan dari luar daerah. Berdasarkan pengalamannya, bahan baku tersebut dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dan mampu menjaga cita rasa lomang tetap konsisten.
Menurutnya, kuliner tradisional seperti lomang masih diminati berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua. Hal itu terlihat dari penjualan yang tetap tinggi, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
UD Lomang Panas Jaya berlokasi di Jalan Flamboyan Raya Nomor 5, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, dan menjadi salah satu tujuan masyarakat yang ingin menikmati lomang khas Mandailing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....