Nasi Uduk Ayam Goreng Mat Lengket Bertahan sejak 1973, Resep Khas Tetap Dijaga

  • 10 Mei 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nasi Uduk Ayam Goreng Mat Lengket dirintis sejak 1973 dan kini dikelola generasi ketiga keluarga.
  • Sambal tomat khas dan resep turun-temurun menjadi ciri utama kuliner legendaris Jakarta Timur ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Nasi Uduk Ayam Goreng Mat Lengket di Jakarta Timur menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Bahkan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, beberapa kali disebut pernah mencicipi menu andalannya.

Usaha keluarga ini telah berdiri sejak 1973 dan kini dikelola generasi ketiga, Widjaya. Ia mengatakan usaha tersebut dirintis oleh neneknya untuk membantu perekonomian keluarga.

Awalnya, sang nenek berjualan nasi uduk dan ayam goreng secara sederhana di depan rumah menggunakan meja kecil. “Awalnya jualan kecil-kecilan di meja kecil depan rumah. Sore hari ambil ayam cuma lima ekor,” kata Widjaya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 10 Mei 2026.

Ia menjelaskan, saat itu ayam yang dijual berukuran kecil karena menyesuaikan modal usaha. Namun, pelanggan terus bertambah hingga akhirnya keluarga mendirikan tenda di depan rumah.

Widjaya menjelaskan nama ‘Mat Lengket’ berasal dari julukan sang kakek. Menurutnya, julukan seperti itu umum digunakan dalam budaya Betawi.

“Mat Lengket itu sebetulnya nama julukan, kalau orang Betawi itu kan biasanya Mat Pelor, Mat Gobang. Kakek saya itu terkenalnya disitu Mat Lengket jadi itu nama panggilan atau julukan sebenarnya,” ujarnya.

Widjaya sendiri mulai terlibat penuh mengelola usaha keluarga sejak awal tahun 2000-an. Ia menegaskan resep dan cara memasak yang digunakan masih dipertahankan sejak pertama kali berdiri.

“Dari zaman nenek saya i tidak ada perubahan. Bahkan yang masaknya pun turun turun, dulu pegang bumbu ada ibunya sekarang turun ke anaknya,” katanya.

Ia menambahkan proses memasak juga masih dilakukan secara turun-temurun dalam keluarga. Bahkan, racikan sambal dan nasi uduk masih rutin dicicipi langsung oleh ibunya untuk menjaga konsistensi rasa.

Menurut Widjaya, salah satu pembeda Mat Lengket dibanding nasi uduk Betawi lain ada pada sambalnya. Jika umumnya nasi uduk Betawi menggunakan sambal kacang, Mat Lengket memilih sambal merah berbahan tomat.

“Kalau beda, kita beda di sambal ya. Umumnyakan nasi uduk Betawi pakainya sambal kacang, kita sambalnya sambal merah, sambal tomat,” ucapnya.

Dalam sehari, Mat Lengket bisa menghabiskan sekitar 300 ekor ayam pada hari kerja. Sementara saat akhir pekan jumlahnya meningkat hingga sekitar 400 ekor ayam per hari.

Mayoritas pelanggan berasal dari Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Warung ini mulai buka pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, meski pada akhir pekan dagangan sering habis lebih cepat.

Untuk harga, nasi uduk dibanderol Rp10 ribu per porsi. Sedangkan ayam goreng dijual Rp19 ribu per potong dan ati ampela Rp5 ribu per tusuk.

Nasi Uduk Ayam Goreng Mat Lengket berlokasi di Jalan Raya Bekasi Timur Kilometer 17 Nomor 15, Jakarta Timur. Lokasinya berada dekat flyover arah Pulogadung dan mudah dijangkau transportasi umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....