Mengenal Kue Rangi, Jajanan Betawi yang Mulai Tergerus Zaman
- 11 Apr 2026 12:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kue Rangi merupakan jajanan tradisional Betawi berbahan sagu dan kelapa yang dulu populer sebagai makanan rakyat.
- Ciri khasnya terletak pada proses memasak dengan cetakan di atas arang serta penyajian dengan gula merah kental yang memberi rasa gurih manis.
- Kini kue rangi mulai langka akibat tergeser tren kuliner modern, sehingga perlu upaya pelestarian sebagai warisan budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah gempuran jajanan modern, kue rangi—penganan tradisional berbahan sagu dan kelapa parut—kini kian jarang dijumpai. Padahal, cita rasa gurih manis dengan siraman gula merah ini pernah menjadi ikon jajanan kaki lima.
Kue ini biasanya dimasak di atas cetakan khusus dengan arang, menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Lalu disajikan hangat dengan saus gula merah kental.
Kini, keberadaannya mulai tergeser oleh tren kuliner kekinian, membuat kue rangi perlahan menghilang dari ingatan generasi muda. Sekaligus menjadi pengingat pentingnya upaya pelestarian kuliner tradisional Indonesia.
Lantas, seperti apakah sejarah Kue Rangi yang kini jarang dijumpai? Melansir berbagai sumber, berikut adalah sejarahnya.
Kue rangi merupakan salah satu jajanan tradisional yang berasal dari masyarakat Betawi di Jakarta. Penganan ini telah dikenal sejak lama, terutama sebagai makanan rakyat yang dijajakan oleh pedagang keliling di permukiman.
Nama 'rangi' sendiri diyakini merujuk pada proses pembuatannya yang menggunakan cetakan khusus di atas bara arang. Hingga kemudian menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
Secara historis, kue rangi lahir dari kreativitas masyarakat Betawi dalam memanfaatkan bahan sederhana yang mudah didapat. Yaitu seperti tepung sagu dan kelapa parut.
Kedua bahan ini mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah hasil alam menjadi makanan bernilai ekonomis. Seiring waktu, kue rangi berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Betawi, dikenal dengan ciri khas siraman gula merah kental.
Pada era 1970–1990-an, kue rangi sangat populer dan mudah ditemukan di berbagai sudut Jakarta. Namun, memasuki era modern, keberadaannya mulai berkurang akibat perubahan gaya hidup dan menjamurnya jajanan baru.
Meski demikian, kue rangi tetap menjadi bagian penting dari warisan kuliner Betawi. Kuliner tersebut menyimpan nilai sejarah, tradisi, dan identitas budaya yang perlu dilestarikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....