Es Selendang Mayang, Takjil Tradisional Khas Betawi

  • 01 Mar 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Es Selendang Mayang menjadi salah satu takjil tradisional yang kerap diburu masyarakat saat bulan Ramadan. Hidangan khas Betawi ini banyak dicari sebagai pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus.

Saat momen berbuka puasa, es selendang mayang kerap hadir di pasar takjil hingga bazar Ramadan di berbagai sudut ibu kota. Rasa manis dan gurihnya dinilai pas untuk mengembalikan energi sebelum menyantap hidangan utama.

Es Selendang Mayang sendiri merupakan minuman tradisional Betawi yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Nama ‘selendang mayang’ diambil dari tampilan warnanya yang berlapis, yaitu hijau, putih dan merah yang menyerupai selendang tradisional.

Filosofinya warna tersebut menggambarkan keanekaragaman ras yang menjadi nenek moyang suku Betawi. Warna merah digambarkan sebagai ras Tionghoa, warna putih sebagai ras Melayu, dan warna hijau sebagai ras Arab.

Es selendang mayang berbentuk potongan adonan kenyal berwarna merah muda, putih, dan hijau. Adonan tersebut biasanya dibuat dari campuran tepung hunkwe atau tepung beras yang dimasak hingga mengeras.

Potongan itu kemudian disajikan dengan kuah santan dan sirup gula merah, lalu ditambahkan es batu. Perpaduan rasa manis dari gula merah dan gurih santan menciptakan sensasi segar yang khas.

Pada bulan Ramadan, penjualan es selendang mayang biasanya meningkat dibanding hari biasa. Banyak masyarakat yang sengaja mencarinya karena ingin menikmati cita rasa tradisional dan unik yang jarang ditemui di luar momen puasa.

Meski kini jumlah penjualnya tidak sebanyak dulu, es selendang mayang tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kehadirannya saat Ramadan sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan kuliner Betawi yang patut dilestarikan ditengah tren kuliner kekinian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....