Beragam Hidangan Khas yang Sering Disajikan Saat Imlek
- 05 Feb 2026 08:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Imlek merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Tionghoa. Imlek dirayakan dengan berbagai cara, mulai dari menghias rumah, membagi angpao, hingga jamuan makan besar.
Perayaan Imlek seringkali dilengkapi dengan beragam hidangan khas ala budaya Tionghoa. Beberapa hidangan berikut bisa disajikan sebagai pelengkap perayaan Imlek bersama keluarga dan kerabat.
Kue keranjang atau Nian Gao menjadi hidangan Imlek yang ikonik. Di Indonesia, kue keranjang sering diolah menjadi kue keranjang goreng, kukus santan, atau lapis.
Bentuknya yang bulat dan tekstur lengket melambangkan harapan agar keluarga selalu bersatu dan rukun. Sebagian orang menyusun kue ini secara bertingkat, dari ukuran kue kecil, hingga ukuran yang paling besar sebagai simbol kemakmuran yang meningkat.
Selanjutnya, ada Lontong Cap Go Meh yang merupakan hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang berkembang di Indonesia. Biasanya berisi lontong, ayam, sambal goreng ati, telur, dan sayur labu.
Lontong Cap Go Meh biasanya dihidangkan sebagai penutup di penghujung Imlek yakni 15 hari setelah imlek. Meskipun mirip dengan lontong opor pada umumnya, Lontong Cap Go Meh menggunakan kelapa yang disangrai lama, memberikan aroma serta rasa yang berbeda.
Kemudian, ada ikan utuh atau ikan kukus yang melambangkan keinginan untuk menghasilkan kekayaan dan keberuntungan yang berlimpah. Di Indonesia, ikan bandeng, gurame, atau kakap sering menggantikan ikan laut khas Tiongkok.
Siu Mie atau mi panjang umur juga sangat populer saat perayaan Imlek. Mi ini harus dimakan tanpa terputus sebagai simbol umur panjang dan kesehatan sesuai namanya.
Versi lokal, Siu Mie banyak dipengaruhi budaya Hokkien dan Kanton yang berkembang di Nusantara. Mi sering dimasak sederhana dengan ayam, jamur, dan sawi.
Untuk camilan lainnya, Lumpia sering menjadi pilihan. Hidangan khas Imlek ini memiliki bentuk berupa gulungan yang diisi dengan sayuran, daging, atau sesuatu yang manis.
Lumpia atau Chūnjuǎn merupakan sajian khas Imlek yang sangat populer di China Timur meliputi Jiangxi, Shanghai, Fujian, Guangzhou, hingga Shenzhen. Di Indonesia, Lumpia Semarang sering hadir sebagai hasil akulturasi budaya Tionghoa-Jawa.
Selain itu, ada Jeruk Mandarin yang hampir selalu hadir sebagai pelengkap menghiasi perayaan Imlek. Jeruk Mandarin biasanya diberikan kepada tamu sebagai simbol doa rezeki dan hubungan baik.
Manisan buah, biji teratai, dan permen tak kalah populer dan sering disajikan dalam kotak permen Imlek. Maknanya adalah harapan hidup manis dan penuh kebahagiaan sepanjang tahun.
Manisan atau permen untuk Imlek banyak jenisnya. Mulai dari permen jelly hingga permen keras warna-warni.
Imlek identik dengan simbol dan makna filosofis bahkan dalam elemen-elemen terkecil yang ada. Makna simbolis dalam setiap hidangan menjadikan makanan khas Imlek lebih dari sekadar santapan, tetapi juga doa dan harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....