Cheese Platter, Sajian Keju dengan Beragam Rasa dan Tekstur

  • 15 Sep 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cheese platter adalah hidangan yang terdiri dari berbagai jenis keju dan makanan pendamping yang disajikan dalam satu piring atau papan.
  • Sajian ini dapat dinikmati sebagai makanan pembuka, camilan, atau hidangan untuk disantap bersama dalam acara sosial.
  • Tradisi cheese platter berasal dari Eropa, khususnya Prancis, di mana keju secara tradisional disajikan setelah hidangan utama dalam jamuan makan formal.

RRI.CO.ID, Jakarta — Cheese platter merupakan sajian yang terdiri dari beberapa jenis keju dan makanan pendamping dalam satu piring atau papan. Sajian ini dapat dinikmati sebagai makanan pembuka, camilan, maupun hidangan untuk disantap bersama.

Konsep menyajikan keju dalam satu hidangan memiliki kaitan kuat dengan tradisi kuliner Eropa, terutama Prancis. Library of Congress mencatat, keju secara tradisional disajikan setelah hidangan utama dalam jamuan makan Prancis dan biasanya terdiri dari beberapa pilihan keju.

Namun, cheese platter modern tidak memiliki satu negara yang dapat disebut sebagai penciptanya. Bentuknya berkembang dari berbagai kebiasaan menyajikan keju bersama roti, buah, kacang, dan makanan pendamping lainnya.

Dalam tradisi Prancis, sajian keju juga dikenal sebagai cheese course atau fromage. Berbeda dari cheese platter untuk berbagi, cheese course merupakan bagian dari makan formal setelah hidangan utama.

Isi cheese platter biasanya dibuat beragam dari segi rasa dan tekstur. Taste France menyebut pendampingnya meliputi buah segar dan kering, kacang, selai, roti, crackers, zaitun, acar, serta charcuterie.

Bagian terpenting tentu adalah pilihan kejunya. Jenisnya dapat dipadukan, seperti Brie atau Camembert yang lembut, Comté yang keras, dan Roquefort sebagai blue cheese.

Perbedaan tekstur tersebut membuat satu platter menawarkan pengalaman makan yang lebih beragam. Keju creamy dapat dipadukan dengan buah segar, sedangkan keju asin atau tajam cocok dengan madu, selai, atau buah kering.

Pemilihan pendamping bukan hanya untuk mempercantik tampilan. Rasa manis, asam, asin, dan tekstur renyah dapat membantu menyeimbangkan karakter keju yang berbeda dalam satu sajian.

Cheese platter juga sering disamakan dengan charcuterie board. Keduanya memang dapat berisi keju, buah, kacang, roti, dan makanan pendamping, tetapi bahan utama keduanya berbeda.

Cheese platter menempatkan keju sebagai komponen utama, sedangkan charcuterie secara tradisional berfokus pada daging yang diawetkan atau diolah. Istilah charcuterie sendiri berasal dari tradisi Prancis yang berkaitan dengan pengolahan daging, terutama produk berbahan babi.

Papan berisi keju, salami, ham, buah, kacang, dan crackers lebih tepat disebut charcuterie board jika daging menjadi bagian utamanya. Sementara papan yang lebih menonjolkan berbagai jenis keju dapat disebut cheese board atau cheese platter.

Dalam penyajian modern, perbedaan antara keduanya tidak selalu begitu jelas. Charcuterie board kini sering menggunakan berbagai bahan tambahan, sedangkan cheese platter juga dapat memasukkan sedikit daging olahan sebagai pelengkap.

Daya tarik cheese platter terletak pada konsepnya yang sederhana tetapi memberikan banyak pilihan dalam satu sajian. Satu papan dapat mempertemukan berbagai karakter keju sekaligus rasa manis, gurih, asam, dan tekstur renyah dari makanan pendamping. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....