Bisa Nggak Makan Ubur-ubur?, Ternyata Bisa dan Aman
- 24 Nov 2025 09:51 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Ubur-ubur mungkin terlihat seperti makhluk yang paling jauh dari bayangan makanan, tapi ternyata sebagian orang sudah menikmatinya sejak ratusan tahun lalu.
Pertanyaannya, apakah ubur-ubur aman dimakan? Jawabannya: bisa! dilansir dari howstuffworks.com beberapa jenis ubur-ubur bahkan dianggap sebagai hidangan istimewa di berbagai negara Asia.
Di China, Jepang, Korea, hingga Thailand, ubur-ubur sudah lama hadir dalam aneka sajian—mulai dari salad, tumisan, hingga sup. Tekstur kenyal dan renyahnya jadi daya tarik tersendiri, apalagi setelah melalui proses pengolahan yang tepat.
Walaupun ada ribuan spesies ubur-ubur di lautan, hanya sedikit yang benar-benar aman untuk dikonsumsi. Dua jenis yang umum dimakan adalah: Cannonball jellyfish (Stomolophus meleagris) dan Moon jellyfish (Aurelia aurita)
Setiap spesies punya tingkat toksisitas berbeda, jadi makan ubur-ubur yang salah bisa menyebabkan gangguan kesehatan, bahkan berbahaya. Karena itu, hanya jenis tertentu yang diolah melalui metode tradisional agar aman dimakan.
Ubur-ubur segar mengandung lebih dari 95% air, jadi pengolahannya cukup unik. Setelah ditangkap, ubur-ubur langsung diproses agar tidak cepat rusak. Proses ini biasanya meliputi: Penggaraman (sering dengan tambahan alum) dan Pengeringan selama beberapa minggu
Cara ini membuat tekstur ubur-ubur jadi lebih padat, mengurangi kadar air, serta menghilangkan sebagian besar toksin. Hasil akhirnya adalah produk ubur-ubur kering yang tahan disimpan dan mudah diolah.
Di berbagai negara Asia, ubur-ubur dianggap sebagai makanan rendah kalori dan tinggi protein. Biasanya disajikan bersama sayuran dan minyak wijen, terutama dalam bentuk salad dingin yang segar.
Popularitasnya mulai merambah negara-negara Barat karena teksturnya yang unik serta kandungan gizinya—kaya asam amino esensial dan rendah lemak.
Dalam beberapa dekade terakhir, populasi ubur-ubur di berbagai wilayah laut meningkat. Hal ini sering dikaitkan dengan pemanasan laut dan berkurangnya predator alami akibat aktivitas penangkapan ikan berlebih.
Meningkatnya populasi ubur-ubur justru membuka peluang baru bagi industri perikanan. (DKA/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....