Nikmatnya Cimplung Degan, Kudapan Khas Pasinggangan Banyumas

  • 21 Okt 2025 14:52 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Cimplung merupakan salah satu kudapan tradisional khas Banyumas yang berbahan dasar nira atau air kelapa. Beragam jenis buah maupun umbi-umbian bisa diolah menjadi cimplung seperti singkong, ubi, sukun, kelapa muda, salak, pisang sampai pepaya. Cimplung sendiri memiliki rasa yang manis dan aroma legit seperti gula kelapa.

Gubug Cimplung merupakan industri rumahan Di Desa Pasinggangan, Kabupaten Banyumas yang khusus menyediakan beragam olahan dari nira salah satunya cimplung. Salah satu jenis cimplung yang paling diminati konsumen dan juga menjadi produk spesial adalah cimplung degan atau kelapa muda.

Karno, pemilik Gubug Cimplung, mengatakan untuk produksi cimplung degan, biasanya ia memerlukan 100 butir kelapa muda yang habis sekitar 2 hari. Untuk perebusan cimplung kelapa muda ini memerlukan waktu 5 jam agar mendapatkan warna yang menarik dan rasa manis yang meresap sempurna.

“Selama tiga tahun terakhir ini untuk produksi cimplung degan atau kelapa muda itu 100 butir, biasanya sekitar 2 hari udah habis, dan buat merebusnya itu perlu 5 jam” katanya, Selasa (21/10/2025).

Karno juga menambahkan untuk keunggulan dari cimplung degan ini adalah keawetannya yang mana panganan ini bisa bertahan seminggu lebih, faktor tahan lama inilah yang membuatnya berani untuk memasarkan cimplung kelapa muda dengan metode pengiriman yang tidak hanya melayani seluruh Indonesia tetapi juga hingga Hongkong.

“Cimplung kelapa muda itu bisa bertahan lama, makanya kalo untuk nyetok dan pesanan yang perlu pengiriman itu lebih diutamakan yang kelapa muda,” tuturnya.

Dalam proses pembuatan cimplung yang dilakukan oleh Karno, ia masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan pawon atau tungku yang menggunakan bahan bakar kayu dan cimplungnya pun masih alami tanpa bahan pengawet.

Ada harapan dari Gubug Cimplung sendiri agar makanan tradisional khas Banyumasan seperti cimplung ini agar tetap bisa eksis dan dikenal terutama oleh generasi muda, serta harapan tentang adanya perhatian dari Pemerintah Banyumas terutama untuk para pelestari makanan dan jajanan tradisional khususnya cimplung. (Kenza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....