Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan? Ini Jawabannya!

  • 18 Jul 2025 19:47 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Dari sambal terasi hingga ramen super pedas, makanan bercita rasa pedas seakan tak pernah kehilangan penggemar. Bahkan, bagi sebagian orang, makan tanpa sensasi pedas terasa hambar.

Pertanyaannya: kenapa makanan pedas bisa bikin ketagihan? Jawabannya ternyata tak sekadar soal rasa, tapi juga reaksi kimia tubuh terhadap senyawa dalam cabai.

1. Sensasi Pedas Bukan Rasa, Tapi Rasa Sakit

Faktanya, pedas bukan termasuk lima rasa dasar (manis, asin, asam, pahit, umami). Pedas adalah reaksi tubuh terhadap senyawa capsaicin—zat kimia yang terkandung dalam cabai.

Capsaicin menstimulasi reseptor saraf di lidah yang biasa merespons suhu panas atau luka, sehingga otak "tertipu" seolah-olah sedang terbakar.

Sumber: American Chemical Society (ACS), Reactions Video Series, 2016

2. Tubuh Merespons dengan “Hormon Bahagia”

Saat otak menginterpretasikan rasa pedas sebagai ancaman, tubuh bereaksi dengan melepaskan endorfin dan dopamin, yaitu hormon pereda nyeri dan penimbul rasa senang.

Ini yang membuat sensasi setelah makan pedas terasa menyenangkan, meski sebelumnya mulut terasa “terbakar”.

Sumber: Harvard Health Publishing, 2020

3. Efek “Cabai High” yang Membuat Ketagihan

Menurut para ahli saraf, endorfin yang dilepaskan tubuh saat makan pedas dapat menimbulkan sensasi mirip euforia.

Inilah yang disebut dengan istilah “chili high”, efek psikologis yang mendorong seseorang untuk terus mengonsumsi makanan pedas demi sensasi yang sama.

Sumber: BBC Future, Why do humans love spicy food?, 2014

4. Budaya dan Kebiasaan Membentuk Kecanduan

Di negara-negara seperti Indonesia, Meksiko, India, dan Thailand, makanan pedas menjadi bagian dari budaya kuliner sejak kecil.

Semakin sering seseorang terpapar capsaicin, tubuh akan beradaptasi dan meningkatkan toleransi. Akibatnya, orang yang terbiasa makan pedas cenderung membutuhkan tingkat kepedasan lebih tinggi untuk mendapatkan sensasi yang sama.

Sumber: Smithsonian Magazine (2015)

5. Makanan Pedas Meningkatkan Nafsu Makan

Capsaicin juga merangsang produksi air liur dan enzim pencernaan, yang bisa membuat makanan terasa lebih menggugah selera.

Inilah sebabnya makanan pedas sering membuat orang merasa makan lebih lahap, bahkan kadang tanpa sadar mengambil porsi tambahan.

Sumber: Journal of Biological Chemistry, 2009

6. Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Meski sensasi pedas menyenangkan bagi banyak orang, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti:

  • Iritasi lambung

  • Maag kambuh

  • Gangguan usus bagi yang sensitif

Saran dari ahli gizi: Konsumsi cabai dan makanan pedas sebaiknya tetap seimbang, terutama bagi penderita masalah lambung.

Sumber: Mayo Clinic, Spicy foods and digestion, 2021

Ketagihan makanan pedas ternyata lebih dari sekadar selera. Ini adalah kombinasi antara reaksi biologis, psikologis, dan kebiasaan.

Tubuh manusia merespons capsaicin dengan hormon pereda nyeri dan rasa senang, menciptakan sensasi yang membuat kita “nagih” untuk terus makan pedas.

Namun, tetap bijaklah dalam mengonsumsinya agar tidak merugikan kesehatan. (APS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....