Kopi Kawa Daun, Minuman Unik Khas Minangkabau
- 19 Jan 2023 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Padang: Bagi sebagian orang, menyesap kopi, apalagi kopi berkualitas tinggi, merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Di Sumatra Barat, ada satu kopi yang terbilang unik, yakni kopi kawa daun.
Orang Minang menyebutnya aia kawa. Kopi kawa daun bukan dibuat dari ekstrak biji kopi seperti minuman kopi lazimnya, melainkan menggunakan daun kopi.
Daun yang digunakan bukan yang muda, namun juga belum tua. Daun tersebut disangrai di perapian lebih kurang 12 jam, kemudian baru diracik seperti teh dan direbus.
Kopi kawa daun biasanya disajikan menggunakan wadah batok kelapa yang dibelah dua, dikikis hingga licin dan bersih. Kopi kawa daun ini sendiri sudah ada sejak ratusan tahun lalu, menurut Ali Usman.
Ali Usman ini adalah salah seorang pemilik kebun dan usaha kopi kawa daun di Pariangan Tanah Datar. Menurutnya, kopi kawa daun ini muncul semenjak adanya tanam paksa di masa penjajahan Belanda.
Informasi itu ia dapatkan dari orang tuanya secara turun temurun. Kala itu, Sumatra Barat merupakan salah satu wilayah perkebunan kopi yang cukup luas.
Kopi yang ditanam dan dipanen masyarakat semuanya dijual ke kaki tangan Belanda yang berada di kampung-kampung. Ini membuat biji kopi tidak ada yang tersisa dan masyarakat tidak dapat merasakan nikmatnya kopi.
Masyarakat akhirnya menemukan cara untuk bisa merasakan minuman kopi, dengan meracik daun kopi seperti daun teh. Kendati demikian kata Usman Ali, ternyata kenikmatan minum kopi kawan daun tidak kalah dari kopi aslinya.
Terlepas beda pendapat tentang asal usulnya, minuman khas Minangkabau ini telah menjelma menjadi salah satu kuliner spesial. Menurut Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanah Datar, wisatawan yang datang ke Tanah Datar rata-rata lebih memilih menikmati kopi kawa daun dari pada minum teh.
Kawa daun membuat Sumatra Barat, khususnya Tanah Datar, semakin dikenal bahkan hingga ke luar negeri. Dalam perkembangannya, kopi kawa daun telah mendapatkan sentuhan inovasi dalam tampilan rasa.
Selain rasa original, juga ada variasi rasa lainnya seperti kopi kawa daun telur dan susu. Pada pergelaran pertama Festival Budaya Minangkabau 2018 di Istana Basa Pagaruyuang Batusangkar, minuman ini masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....