Tawuran Pelajar di Bekasi, Satu Korban Kritis

  • 28 Mei 2024 11:52 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Bekasi : Aksi tawuran kembali terjadi di wilayah Kota Bekasi. Kali ini Pelajar yang diduga berasal dari SMK KGB dengan lawannya dari SMK KG 1 di Jalan Terusan Undarpass 2, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/05/2024) kemarin.

Tawuran yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ini, nampak para pelajar membekali diri dengan berbagai senjata tajam. Kejadian itu direkam seorang warga yang berada di sekitar lokasi. Diperkirakan satu pelajar mengalami luka bacok di bagian kepala.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhamad Firdaus yang mendatangi TKP membenarkan terjadinya aksi tawuran antar pelajar itu.

"Terkait dengan kejadian tawuran sore kemarin, antara sekolah KGB dengan sekolah KG 1, saat ini masih dalam penyelidikan, memang ada satu korban, saat ini sedang dirawat di rumah sakit umum dalam kondisi kritis," ungkap AKBP Muhamad Firdaus, melalui keterangannya, Selasa (28/5/2024).

Dikatakan Kasat Reskrim bahwa Tim Opsnal gabungan dengan Polsek Rawalumbu sedang dalam penyelidikan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku tawuran ini.

"Mohon waktunya, secepatnya kita akan lakukan penangkapan kepada para pelaku," ucapnya.

Dalam kejadian itu, satu pelajar yang merupakan salah satu pelaku tawuran berhasil diamankan ke Polsek Rawalumbu untuk dilakukan penyelidikan.

Sementara itu, seorang warga yang menyaksikan tawuran itu, Ahmad Marhani, menjelaskan, bahwa aksi tawuran yang terjadi antar pelajar, dari arah Durenjaya dan juga Ganda Agung tepat di depan klinik Pratama Bhakti Kartini.

"Kalau sekolah yang terlibat aksi tawuran itu KGB dan juga KG, menggunakan senjata tajam besar-besar," ucap Ahmad.

Ahmad mengaku, bahwa aksi tawuran pelajar tidak berlangsung lama. Sebab, salah satu pelajar terkena sabetan senjata tajam.

Dirinya juga menerangkan, bahwa korban aksi tawuran tersebut diduga dari sekolah KGB. Korban alami luka pada bagian kepala.

"Korban satu orang alami luka bagian kepala belakang, itu tadi kritis ya belum meninggal dunia," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....