Sindikat Judi Online Asing Dinilai Manfaatkan Celah Pengawasan Indonesia

  • 12 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sindikat judi online asing memanfaatkan lemahnya pengawasan digital dan tingginya pengguna internet di Indonesia.
  • Kriminolog menilai pelacakan aliran dana penting untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional.
  • DPR meminta pengawasan warga asing dan evaluasi kebijakan visa diperketat untuk mencegah kejahatan siber.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengungkapan markas judi online asing di Jakarta Barat memicu kekhawatiran terhadap lemahnya pengawasan nasional. Kasus tersebut melibatkan ratusan warga negara asing yang diduga mengoperasikan jaringan judi lintas negara.

Kepala Program Studi Kriminologi Lucky Nurhadiyanto, menilai perpindahan sindikat dipengaruhi tekanan di negara sebelumnya. Indonesia dianggap memiliki pasar besar serta penetrasi internet yang tinggi.

“Terjadi displacement of crime ketika satu wilayah diperketat lalu sindikat berpindah ke negara lain. Indonesia menjadi sasaran karena regulasi pengawasan digital masih lemah,” ujar Lucky dalam wawancara bersama PRO 3 RRI, Selasa, 12 Mei 2026.

Lucky menilai sindikat asing memanfaatkan operasi kamuflase agar aktivitas mereka terlihat legal. Mereka juga merekrut tenaga asing dengan kemampuan teknologi untuk mengelola sistem perjudian daring.

“Pelaku membutuhkan tenaga terampil untuk menduplikasi sistem ketika operasi mereka diblokir pemerintah. Pelacakan aliran dana menjadi langkah penting membongkar jaringan transnasional tersebut,” katanya.

Ia menegaskan pendekatan penegakan hukum tidak cukup dilakukan aparat kepolisian saja. Koordinasi dengan PPATK dan lembaga keamanan siber perlu diperkuat untuk memutus jaringan pendanaan.

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun, menilai kasus judi online mengancam generasi muda Indonesia. Ia mengungkapkan pemain judi daring kini mulai menyasar kelompok usia anak-anak.

“Data PPATK menunjukkan anak usia sepuluh tahun sudah terpapar praktik judi online. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan bagi masa depan generasi muda Indonesia,” ujar Adang

Adang meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Ia menilai pengawasan pasca kedatangan masih menjadi titik lemah aparat terkait.

“Kolaborasi imigrasi, kepolisian, dan pemerintah daerah harus diperkuat mengawasi aktivitas warga asing. Kebijakan visa juga perlu dievaluasi agar tidak dimanfaatkan sindikat kejahatan internasional,” katanya (Agnes Claudia Ohoira)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....