The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berisiko Melemah

  • 19 Sep 2024 09:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berisiko melemah setelah indeks dolar AS menguat pagi ini. Indeks dolar menguat setelah bank sentral Amerika Serikat memangkas suku bunganya sebesar 50 basis poin Kamis dini hari.

Sementara, dalam penutupan perdagangan Rabu kemarin, posisi stagnan di posisi Rp15.335 per dolar AS. Meski Bank Indonesia mengumumkan penurunan suku bunga 25 basis poin, mendahului pengumuman The Fed.

"Indeks dolar AS terlihat menguat pagi ini pasca the Fed memangkas suku juga acuannya sebesar 50 basis poin. Indeks dolar pagi ini di kisaran 101,40 an dibandingkan kemarin di sekitar 100.90," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra dalam analisisnya, Kamis (19/9/2024).

Baca Juga: Rupiah Stagnan setelah BI Pangkas Suku Bunga

Penguatan indeks dolar AS dipengaruhi oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell dini hari tadi. Powell tidak mengindikasikan pemangkasan selanjutnya, artinya suku bunga akan sama besar dengan pemangkasan saat ini.

Pernyataan Powell itu membuat pasar berekspektasi, pemangkasan suku bunga selanjutnya hanya 25 basis poin di akhir tahun ini. "Tapi di sisi lain, pemangkasan ini sebenarnya positif untuk aset berisiko ke depannya karena bunga rendah menstimulasi perekonomian," ucapnya

Ariston juga mencermati pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. Menurutnya, BI bisa melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya, tapi akan melihat pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

"Peluang pelemahan rupiah hari ini ke arah Rp15.450. Sedangkan potensi support di sekitar Rp15.350 per dolar AS," kata Ariston menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....