Yakin Suku Bunga Turun, Rupiah Naik 37,5 Poin
- 13 Sep 2024 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah menguat 0,24 persen (37,5 poin) ke posisi Rp15.401 per dolar AS.
“Rupiah menguat karena ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed kembali meningkat. Awalnya pertaruhan pemangkasan bergeser ke 25 basis poin, tapi ke pemangkasan sebesar 50 basis poin,” kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Jumat (13/9/2024).
Ibrahim mengacu pada perangkat CME Fedwatch Tool, dimana peluang 56 persen untuk pemotongan suku bunga 25 bps. Sedangkan pemotongan suku bunga sebesar 50 bps peluangnya 44 persen.
Pelaku pasar berharap Bank Sentral Amerika Serikat memulai siklus pelonggaran moneternya minggu depan. Sementara para analis memperkirakan pemangkasan suku bunga hingga 100 bps di sisa pertemuan The Fed hingga akhir tahun.
Pelaku pasar dan para analis di Jepang sedang menunggu kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Apakah BoJ akan menaikkan suku bunganya lagi, setelah kenaikan sebesar 15 bps pada Juli 2024.
Di dalam negeri, Ibrahim mencermati perkembangan ekonomi domestik yang menurutnya berada di persimpangan jalan yang penuh tantangan. “Deflasi empat bulan berturut-turut dan PMI manufaktur yang terkontraksi menjadi sinyal pelemahan yang mengkhawatirkan,” ucap Ibrahim.
Deflasi mengindikasikan daya beli masyarakat yang melemah, ditandai penurunan konsumsi, khususnya di sektor restoran dan properti. Kondisisnya makin buruk karena permintaan kredit untuk modal kerja dan konsumsi yang juga menurun.
“Kalau suku bunga BI juga bisa menurun akan memberikan stimulant ke sektor perbankan. Sehingga akan berdampak pada penguatan kembali rupiah, inflasi terkendali, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang akan membuka lapangan kerja,” ujar Ibrahim, menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....