Rupiah Naik ke Level Rp16.270 per Dolar AS
- 13 Jun 2024 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah diluar dugaan menguat pada penutupan perdagangan Kamis (13/6/2024). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,15 persen atau 25 poin ke posisi Rp16.270 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah disebabkan melemahnya dolar setelah The Fed mengisyaratkan akan memangkas suku bunga satu kali tahun ini. "Ini meleset dari perkiraan semula sebanyak tiga kali dalam setahun," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.
Baca juga: Rupiah Berisiko Melemah Lagi setelah Pengumuman The Fed
Menurut dia, sejumlah pembuat kebijakan bahkan menyerukan untuk tidak memangkas suku bunga tahun ini. Pertimbangannya adalah tingkat inflasi AS yang masih tinggi.
"Setelah ini, pasar menantikan data indeks harga produsen yang diperkirakan memberi lebih banyak pertunjuk mengenai inflasi," ujarnya. Sebelumnya, rilis indeks harga konsumen di AS menunjukkan penurunan tipis pada Mei 2024.
Di dalam negeri, pelaku pasar mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Terutama pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengatakan perekonomian global masih suram.
"Menkeu menyebutkan sejumlah risiko yang masih mengintai seperti suku bunga tinggi dan semakin ketatnya retriksi perdagangan," kata Ibrahim. Belum lagi risiko lainnya seperti volatilitas harga komoditas, ketegangan geopolitik, menuanya populasi dunia, dan dampak perubahan iklim.
Menurut Sri Mulyani, Menkeu sedang mengingatkan risiko nilai tukar rupiah dan suku bunga tinggi. Jika terus berlanjut bisa berdampak negatif pada perekonomian dalam negeri seperti melemahnya daya beli dan ancaman PHK.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....