Pelaku Pasar 'Wait and See', Pelemahan Rupiah Berlanjut
- 16 Jan 2024 16:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pelemahan rupiah berlanjut dalam penutupan perdagangan sore ini hingga membuat pelaku pasar 'Wait and See' (tunggu dan lihat). Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 38 poin atau 0,24 persen di posisi Rp15.592 per dolar AS.
"Pelaku pasar menunggu isyarat lebih lanjut dari The Fed dan data perekonomian AS. Gubernur The Fed Christopher Waller akan menyampaikan pidatonya pada Selasa (waktu AS)," kata Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, Selasa (16/1/2024).
| Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.409 |
Pada Rabu (17/1/2024), menurut Ibrahim, data penjualan ritel dan produksi industri AS akan dirilis. Data tersebut akan memberikan lebih banyak isyarat terhadap perekonomian Negeri Paman Sam itu.
"Tanda-tanda ketahanan ekonomi memberi The Fed lebih banyak ruang mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka lebih lama. Namun pasar tampaknya sedikit mengurangi spekulasi The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya paling cepat Maret 2024," ujarnya.
Pelaku pasar, sambung Ibrahim, juga akan fokus pada data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat Tiongkok. Termasuk data produksi industri dan penjualan ritel Tiongkok untuk Desember 2023.
"PDB diperkirakan sedikit melampaui target tahunan pemerintah sebesar 5 persen pada tahun 2023. Kondisi itu kemungkinan didorong oleh dasar perbandingan yang lebih rendah dari tahun 2022," ujar Ibrahim.
Untuk indeks saham, IHSG dalam penutupan perdagangan sore ini naik 18,78 poin atau 0,26 persen di level 7.242,78. Volume saham yang ditransaksikan hari ini sebanyak 21,39 miliar lembar saham dan total nilai transaksi Rp11,56 triliun.
Hari ini sebanyak 272 saham naik, 241 saham turun, dan 258 stagnan. Saham-saham yang aktif ditransaksikan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia adalah saham berkode CGAS, BREN, BBRI, BMRI dan BBCA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....