Pelemahan Rupiah Berlanjut Hari Ini di tengah Harapan pada Menkeu Baru
- 15 Sep 2026 10:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mengacu data Bloomberg, pukul 09.30 WIB, rupiah terpantau turun 0,04 persen atau 7 poin menjadi Rp17.676 per dolar AS
- Pergantian Menteri Keuangan diharapkan akan direspons positif dari pasar
- Sikap 'wait and see' investor juga mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, pukul 09.30 WIB, rupiah terpantau turun 0,04 persen atau 7 poin menjadi Rp17.676 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, rupiah turun 0,33 persen atau 58 poin ke posisi Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan rupiah diluar prakiraan para analis yang memprediksi rupiah akan menguat di awal perdagangan hari ini.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil. Pergantian ini diharapkan akan direspons positif dari pasar," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong dalam analisisnya, Selasa, 15 September 2026.
Meski demikian, Lukman menyebut bahwa ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas. Penyebabnya harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi serta sikap 'wait-and-see' investor.
Pelaku pasar sedang menantikan hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini. Sekaligus hasil pertemuan the Feed dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada Minggu ini.
Inflasi yang meningkat di AS memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Sementara BI kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunganya.
Lukman memprakirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.550-Rp17.700 per dolar AS. Sedangkan indeks dola9r mulai bergerak mendekati level 100 lagi, hari ini di level 99,59.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....