IHSG Sesi I Berakhir di Zona Merah, Turun ke Level 6.181
- 28 Sep 2026 12:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG turun 60,45 poin atau 0,97 persen ke level 6.181,43 pada sesi pertama perdagangan awal pekan ini.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan awal pekan, Senin 28 September 2026, di zona merah. IHSG turun 60,45 poin atau 0,97 persen ke level 6.181,43 dibandingkan penutupan pekan lalu.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada level 6.209,74. Indeks sempat mencapai level tertinggi 6.227,89 dan menyentuh level terendah 6.174,30.
Nilai transaksi hingga jeda sesi pertama mencapai Rp6,41 triliun dengan volume perdagangan 23,38 miliar saham. Sebanyak 193 saham naik, 496 saham turun, dan 102 saham tidak bergerak atau stagnan.
Penurunan IHSG berlangsung di tengah ketidakpastian pasar global dan sejumlah dinamika ekonomi domestik. Investor masih mencermati perkembangan ekonomi global serta kondisi daya beli masyarakat di dalam negeri.
Salah satu perhatian datang dari tren pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meningkat sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini. Menurut data yang dikutip PT Pilarmas Investindo Sekuritas, sebanyak 53.490 pekerja terdampak PHK, naik 20,65 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.
Tim Pilarmas menilai kenaikan PHK berpotensi memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu stimulan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ketika puluhan ribu pekerja kehilangan sumber pendapatan, konsumsi rumah tangga berpotensi mengalami perlambatan, terutama pada barang dan jasa,” katanya. Kondisi tersebut, lanjut Tim Pilarmas, dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik.
Dari sisi global, pasar juga mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury. Tim Pilarmas menyoroti potensi menyempitnya selisih imbal hasil obligasi tenor dua tahun dan 10 tahun (yield spread).
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor karena dapat memengaruhi ekspektasi mereka. Terutama terhadap arah kebijakan moneter The Fed dan prospek pertumbuhan ekonomi AS.
Di sisi lain, sentimen dari hubungan AS dan Tiongkok juga masih menjadi perhatian pasar. Kedua negara dilaporkan mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan, meski masih terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG pada sesi kedua. Pergerakan bursa regional dan perkembangan ekonomi domestik masih menjadi perhatian investor hingga akhir perdagangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....