Awal Pekan, Rupiah Sentuh Level Rp17.960 per Dolar AS

  • 28 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,32 persen atau 57 poin ke posisi Rp17.960 per dolar AS
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di level 5,17 persen
  • Harga minyak mentah dunia masih berfluktuatif. Sementara suku bunga the Fed diprakirakan akan naik lagi di bulan Oktobe

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah makin merosot dalam pembukaan perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,32 persen atau 57 poin ke posisi Rp17.960 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, rupiah naik tipis 0,07 persen ke posisi Rp17.903 per dolar AS. Para analis sudah memprakirakan berlanjutnya pelemahan rupiah hari ini

"Rupiah diprakirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya imbal hasil obligasi AS," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Senin, 28 September 2026. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berada di level 5,17 persen .

Selain itu, tambah Lukman, harga minyak mentah dunia masih berfluktuatif. Sementara suku bunga the Fed diprakirakan akan naik lagi di bulan Oktober.

Menguatnya prakiraan kenaikan suku bunga the Fed dipicu data ekonomi AS. Yakni data penjualan barang tahan lama yang menguat.

Dari sisi geopolitik, AS lagi-lagi menolak proposal Iran negosiasi untuk mengakhiri perang. Penolakan tersebut menyebabkan makin tingginya risiko harga minyak, karena Iran masih menutup Selat Hormuz.

"Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS," ucap Lukman. Sementara itu, indeks dolar AS hari ini terpantau berada di posisi 101,15, menguat dibandingkan hari sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....