Prakiraan IHSG Hari Ini, Minim Katalis dan Rawan Terkoreksi

  • 28 Sep 2026 08:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan terkoreksi hari ini
  • IHSG hari ini berpotensi menguji level 6.186 hingga 6.200
  • Investor akan menantikan data Purchasing Managers' Index (PMI) serta data nerac perdagangan dan inflasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprakirakan masih lesu hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan terkoreksi.

Pada akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 0,90 persen ke level 6.241,8. Penurunan IHSG masih diserta arus keluar modal asing.

Para investor asing masih melakukan aksi jual saham dengan net sell Rp440 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, BMRI, BBRI, ASII dan BBNI.

"Hari ini Investor akan menantikan data Purchasing Managers' Index (PMI). Pasar juga menantikan data neraca perdagangan dan inflasi yang akan dirilis BPS awal bulan Oktober," kata Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas, Senin, 28 September 2026.

Hari ini, BEI resmi memberlakukan aturan penurunan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

"IHSG hari ini berpotensi menguji level 6.186 hingga 6.200," ucap Tim Phintraco. Dari eksternal, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan konflik geopolitik, utamanya antara AS-Iran.

"Investor optimis Selat Hormuz dapat dibuka kembali setelah Iran mengusulkan AS kembali pada nota kesepahaman bulan Juni. Nota tersebut sebelumnya gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah," ujar Tim Phintraco.

Sementara itu AS dan Tiongkok sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perang dagang hingga 10 Januari 2027. Kesepakatan tersebut hasil pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping.

Harga minyak dunia juga kembali terkoreksi, namun harga minyak Brent masih di atas USD100 per barel. Imbal hasil obligasi AS juga masih bertahan di level tinggi di 5,17 persen untuk tenor 10 tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....