Pembukaan Perdagangan, Rupiah Anjlok karena Dolar AS Menguat Tajam

  • 24 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu pada data Bloomberg, rupiah hari ini dibuka turun 0,47 persen atau 84 poin. Sehingga posisi nilai tukar rupiah menjadi Rp17.902 per dolar AS
  • Rupiah melemah seiring penguatan dolar AS
  • Dolar AS menguat karena meningkatnya ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat

RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah anjlok lagi terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Setelah menguat signifikan pada Rabu kemarin ke posisi Rp17.818 per dolar AS.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah hari ini dibuka turun 0,47 persen atau 84 poin. Sehingga posisi nilai tukar rupiah menjadi Rp17.902 per dolar AS pada pukul 09.30 WIB.

Para analis sudah memprakirakan pelemahan rupiah hari ini. "Rupiah diperkirakan melemah seiring penguatan dolar AS," kata Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, Kamis, 24 September 2026.

Menurut Lukman, dolar AS menguat karena meningkatnya ekspektasi the Fed akan menaikkan suku bunga lagi dalam waktu dekat. Indeks dolar AS hari ini terpantau berada di bergerak kisaran 101,12-101,14.

Lukman juga mencermati harga minyak mentah dunia yang kembali naik. Kenaikan dipicu oleh keraguan Iran dalam perundingan perdamaian dengan AS.

Harga minyak Brent hari ini di level USD103,08 per barel, naik sekitar 3,9 persen. Sedangkan harga minyak WTI sebesar USD92,16 per barel, naik sekitar 1,8 persen.

Lukman memprakirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS. Fluktuasi nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berimbas ke dalam negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....